Ini Paket Wisata Untuk Peserta IMF-World Bank Group

Dua orang wisatawan asing melewati jembatan bambu menuju pantai Seger kawasan KEK Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, 30 Mei 2017. KEK Mandalika terbentang mulai dari Pantai Kuta, Pantai Seger, hingga Pantai Tanjung Aan. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Mataram - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan tersedianya 60 paket wisata untuk peserta Annual Meeting International Monetary Funds - World Bank Group (IMF-World Bank Group) yang berlangsung bulan Oktober 2018 mendatang. Sedangkan selama penyelenggaraan Asian Games 18 Agustus - 2 September 2018 nanti, kementerian tersebut juga menyiapkan 70 paket berlibur.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Kemenpar I Gede Pitana menjelaskan kesiapan memanfaatkan kehadiran delegasi IMF-WBG dan atlit Asian Games tersebut sewaktu berbicara di dalam Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program Kepariwisataan dan Launching Calendar Wonderful Event Pesona Tambora 2018 hari ini. ''Ini momentum untuk mengangkat promosi,'' katanya, Kamis, di Hotel Golden Palace Mataram, 22 Februari 2018.

Baca: Ini Manfaat Penyelenggaraan Annual Meeting IMF-World Bank di Bali

Untuk Asian Games, Kemenpar menyiapkan paket wisata ke Bangka Belitung, Jakarta, Sumatera Selatan bahkan ke Bali dan Lombok. Sedangkan untuk delegasi IMF-WBG menyiapkan paket liburan ke Lombok, Komodo, Tanah Toraja, Yogyakarta, Danau Toba dan Jakarta.

Menurut Pitana, promosi yang dilakukan ini bukan mengharapkan langsung memetik hasilnya. Tetapi setelahnya. Seperti Olympiade Sidney, Olympiade Beijing, memberikan hasilnya setelahnya.

Pada kesempatan tersebut Pitana juga menepis tuduhan penyelenggaraan kegiatan festival adalah menghambur-hamburkan uang. Ia mencontohkan Jember Fashion Carnival (JFC) atau Top 77 Calender of Event Banyuwangi Indonesia Festival 2018 diantaranya Banyuwangi Etno Carnival.

Jember hanya lima tahun menyelenggarakan JFC sudah menjadi dikenal. Demikian pula Banyuwangi yang setelah 10 tahun menjadikannya lebih maju. ''Dua daerah itu sudah sangat dikenal. Masyarakat menikmati hasilnya,'' ujar Pitana. Pekan Kesenian Bali yang sudah berlangsung selama 39 tahun pun tetap akan diselenggarakan sesuai peraturan daerah yang mengharuskan diselenggarakan setiap tahun dan dibiayai APBD.

Pitana menyebutkan bahwa pembangunan pariwisata tidak seperti menanam tanaman semusim. Diperlukan waktu lama. Bali menikmati pariwisata yang dihasilkan dari kegiatan promosi sejak tahun 1920. ''Kalau sekarang ramai itu wajar,'' ucapnya. Namun, kini daerah lain tidak perlu waktu lama mengingat kemajuan teknologi bisa meluaskan promosinya.

Sebagai saudara tua, Bali pun disebutnya ikut memajukan destinasi tetangganya. Seperti Lombok yang mendapatkan limpahan wisatawan asing dari Bali. Setiap hari ada perjalanan wisata ke Gili Trawangan dan sekitarnya. ''Melalui pariwisata tetangga ikut maju. Tidak perlu bersaing," kata Pitana.

Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat Lalu Moh Faozal mengatakan memiliki empat kalender nasional kegiatan pariwisata. Kedua kalendar nasional itu mengambil tempat di Lombok dan dua kalender nasional pariwisata di pulau Sumbawa.

Terlepas dari agenda IMF-World Bank itu juga, pemerintah juga mengagendakan Festival Pesona Tambora menuju peringatan meletusnya gunung Tambora yang diisi kegiatan seni dan tradisi di setiap kabupaten di pulau Sumbawa dan Festival Pesona Moyo. ''Diharapkan menghapus disparitas antara destinasi di Lombok dan Sumbawa,'' ujarnya.






Mulai 1 Oktober, Wisatawan ke Thailand Tak Perlu Tunjukkan Bukti Vaksin dan Tes Covid-19

18 jam lalu

Mulai 1 Oktober, Wisatawan ke Thailand Tak Perlu Tunjukkan Bukti Vaksin dan Tes Covid-19

Sejak pandemi, Thailand secara bertahap membuka kembali pariwisata internasional mulai Juli 2021 dengan program khusus.


World Tourism Day 2022: Bali Jadi Tuan Rumah dan Visi Wisata Berkelanjutan

1 hari lalu

World Tourism Day 2022: Bali Jadi Tuan Rumah dan Visi Wisata Berkelanjutan

Perayaan World Tourism Day 2022 yang berlangsung hari ini di Bali, diikuti oleh 328 peserta secara offline dan 422 peserta secara online.


Minat Wisatawan Asing Melancong ke Indonesia Naik 36 Persen

1 hari lalu

Minat Wisatawan Asing Melancong ke Indonesia Naik 36 Persen

Berdasarkan data Google Destination Insight, minat kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia naik 36 persen pada rentang Juni-Agustus.


Ancaman Resesi Global 2023, Indef Beberkan Sektor yang Akan Paling Terpukul

1 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Indef Beberkan Sektor yang Akan Paling Terpukul

Indef memperkirakan jika ancaman resesi global tahun 2023 sektor industri yang akan luar biasa tertekan adalah yang bahan bakunya dari luar negeri.


Jokowi Sebut Kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia Naik Dua Kali Lipat

1 hari lalu

Jokowi Sebut Kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia Naik Dua Kali Lipat

Jokowi mengklaim jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Indonesia pada tahun 2022 meningkat hingga dua kali lipat jika dibandingkan tahun 2021


Desa Wisata di Lereng Merapi Yogyakarta Jadi Pusat Peringatan World Tourism Day 2022

2 hari lalu

Desa Wisata di Lereng Merapi Yogyakarta Jadi Pusat Peringatan World Tourism Day 2022

World Tourism Day 2022 akan mendiskusikan tentang tema 'Rethinking Tourism' atau penataan ulang terhadap pariwisata berkelanjutan.


Australia Hadir di Pertemuan Tingkat Menteri Pariwisata dan Menteri Pertanian G20

2 hari lalu

Australia Hadir di Pertemuan Tingkat Menteri Pariwisata dan Menteri Pertanian G20

Tim Ayres, Asisten Menteri Manufaktur dan Perdagangan Australia, menjadi delegasi yang hadir di Pertemuan Tingkat Menteri Pariwisata G20.


AirAsia Buka Penerbangan Padang-Kuala Lumpur per 1 Oktober, Simak Jadwalnya

4 hari lalu

AirAsia Buka Penerbangan Padang-Kuala Lumpur per 1 Oktober, Simak Jadwalnya

Station Manager AirAsia Budi Pebrianto mengatakan jadwal penerbangan internasional AirAsia rute Kuala Lumpur - Padang - Kuala Lumpur periode Summer 20


UNWTO: Sektor Pariwisata Pulih 2022 Setelah Pandemi

5 hari lalu

UNWTO: Sektor Pariwisata Pulih 2022 Setelah Pandemi

UNWTO mencatat pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir.


Tarik Wisatawan Mancanegara, Gubernur Kepri Minta Kebijakan Bebas VoA Diberlakukan Lagi

5 hari lalu

Tarik Wisatawan Mancanegara, Gubernur Kepri Minta Kebijakan Bebas VoA Diberlakukan Lagi

Kunjungan wisatawan mancanegara mulai membaik di Kepulauan Riau, terutama Batam.