OJK Catat Banyak Aduan Nasabah Asuransi Merasa Ditipu

Ilustrasi asuransi. piperreport.com

TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperingatkan agen pemasaran produk asuransi jiwa, khususnya produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI), untuk memberikan informasi yang menyeluruh kepada nasabah.

Plt. Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II OJK Mochamad Ihsanuddin mengaku menerima cukup banyak pengaduan dari nasabah produk unit linked yang merasa dibohongi sebagai imbas dari pemahaman tidak menyeluruh terhadap ketentuan polis. 

“Para agen [unit linked] jangan sampai menyebabkan para pemegang polis merasa tertipu. Ini kerjaan saya malah jadi pengaduan nasabah,” kata Ihsanudin di Jakarta, Kamis 22 Februari 2018.

Simak: OJK Izinkan AJB Bumiputera Kembali Jual Polis Asuransi

Menurut Ihsanuddin, hal itu berlaku tidak saja di industri asuransi, tetapi juga di industri pembiayaan. Dia menyebutkan, aduan datang tidak hanya dari nasabah asuransi. “[dari] Multifinance pun tidak kurang banyak,” katanya.

Lebih khusus, dia mengingatkan agen pemasar agar secara terang menjelaskan tentang keamanan produk unit linked serta masa berlaku produk tersebut.

“Yang perlu kita mention adalah bagaimana cara memasarkan biar orang sadar bahwa unit linked ini produk yang aman dan menguntungkan tetapi jangka waktunya ada,” lanjutnya.

Sampai dengan saat ini, unit linked masih menjadi primadona perusahaan asuransi jiwa. Menurut Ihsanuddin, sepanjang tahun lalu unit linked berkontribusi 45% terhadap total premi asuransi jiwa secara nasional.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Bunbun Machbub menambahkan, pengaduan dari nasabah unit linked syariah juga kerap terjadi. Namun demikian, lanjutnya, angkanya relatif lebih rendah dibandingkan jumlah pengaduan dari nasabah konvensional.

OJK pun sering juga mewanti-wanti [pemasar unit linked syariah] bahwa kalau jualan harus dijelaskan dari awal, ini [unit linked] akan fluktuatif, keadaannya seperti ini, bukan tabungan,” katanya kepada Bisnis.

Dia menyebutkan, para agen pemasar produk unit linked syariah umumnya menjelaskan polis secara komprehensif, mulai dari peluang fluktuasi pasar, jangka waktu masa berlaku polis, serta ketentuan lainnya.

Hal itu, lanjutnya, memberikan efek psikologis bagi nasabah untuk mempercayai produk asuransi unit linked syariah. “Banyak juga [kejadian] unit linked  bukan hanya dibeli sama muslim, sama nonmuslim juga banyak, karena calon nasabah lebih percaya,” kata Bunbun.






Anies Baswedan Bertemu Murad Ismail, DKI Jakarta Datangkan Beras dan Ikan dari Maluku

10 jam lalu

Anies Baswedan Bertemu Murad Ismail, DKI Jakarta Datangkan Beras dan Ikan dari Maluku

Anies Baswedan mengharapkan kerja sama aktif Bank DKI dan Bank Maluku/ Maluku Utara dapat meningkatkan kesejahteraan warga di kedua daerah.


Bank DKI Kerja Sama dengan Bank Maluku-Maluku Utara Lewat Skema KUB

22 jam lalu

Bank DKI Kerja Sama dengan Bank Maluku-Maluku Utara Lewat Skema KUB

Bank DKI menjalin kerja sama dengan Bank Maluku-Maluku Utara melalui skema Kelompok Usaha Bank atau KUB.


OJK Beberkan Syarat Pertahanan 3 Lapis Agar Industri Jasa Keuangan Tetap Sehat

3 hari lalu

OJK Beberkan Syarat Pertahanan 3 Lapis Agar Industri Jasa Keuangan Tetap Sehat

OJK mendorong penguatan pertahanan tiga lapis untuk mewujudkan industri keuangan yang sehat, tumbuh, serta mengutamakan perlindungan konsumen.


Kementan: Asuransi Pertanian Solusi untuk Antisipasi Bencana Banjir

4 hari lalu

Kementan: Asuransi Pertanian Solusi untuk Antisipasi Bencana Banjir

Asuransi membuat petani tidak merugi. Lahan yang diasuransi akan mendapatkan klaim saat terjadi gagal panen.


Penyaluran KUR NTB Agustus 2022 Rp 4,25 T, OJK: Terbanyak Sektor Perdagangan Besar dan Eceran

5 hari lalu

Penyaluran KUR NTB Agustus 2022 Rp 4,25 T, OJK: Terbanyak Sektor Perdagangan Besar dan Eceran

OJK memantau penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).


Marak Pinjol Ilegal, OJK Berikan Tips Akses Pinjaman Online

5 hari lalu

Marak Pinjol Ilegal, OJK Berikan Tips Akses Pinjaman Online

Maraknya pinjol ilegal menuntut masyarakat lebih waspada.


Pinjol Ilegal Marak, OJK Perketat Pengawasan

5 hari lalu

Pinjol Ilegal Marak, OJK Perketat Pengawasan

OJK mencatat jumlah pinjol ilegal yang berhasil diblokir mencapai 4.000 platform.


Pinjol Ilegal Masih Marak, OJK: Ditutup Satu, Tumbuh Lima

5 hari lalu

Pinjol Ilegal Masih Marak, OJK: Ditutup Satu, Tumbuh Lima

Jumlanya pinjaman online lebih banyak ketimbang pinjol legal yang terdaftar di OJK.


Dewan Komisioner OJK: Inklusi Keuangan Saja Tidak Cukup, Harus Dibarengi Literasi

6 hari lalu

Dewan Komisioner OJK: Inklusi Keuangan Saja Tidak Cukup, Harus Dibarengi Literasi

Dewan Komisioner OJK menyebut inklusi keuangan atau akses terhadap produk keuangan harus dibarengi literasi atau pemahaman terhadapnya.


OJK Terbitkan Aturan Baru Pedoman Manajer Investasi, Investor Reksa Dana Lebih Terlindungi?

6 hari lalu

OJK Terbitkan Aturan Baru Pedoman Manajer Investasi, Investor Reksa Dana Lebih Terlindungi?

OJK baru saja menerbitkan aturan terbaru mengenai pengawasan pasar modal melalui POJK No.17/2022 tentang Pedoman Perilaku Manajer Investasi,