Indef: Calon Gubernur BI Kemampuan Moneternya Harus Teruji

Reporter

Editor

Anisa Luciana

Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro, Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo, Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo. Koloborasi Foto/Tempo/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo harus mengajukan nama calon Gubernur Bank Indonesia (Gubernur BI) kepada DPR RI paling lambat besok, Jumat, 23 Februari 2018.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati berpendapat calon Gubernur BI harus memiliki kemampuan moneter yang teruji.

"BI ini teknis sekali di sektor moneter, jadi kemampuan moneter calon gubernurnya harus teruji. Tidak sekadar orang ekonomi yang mengambil kuliah moneter," kata Enny saat ditemui seusai acara sebuah diskusi di Jakarta, Kamis, 22 Februari 2018.

Baca juga: Ini Kriteria Calon Gubernur BI Menurut Ketua Tim Ahli Wapres

Ia juga berpendapat pemimpin bank sentral berikutnya bukan dari pihak yang memiliki latar belakang perbankan karena urusan mikroprudensial sudah beralih ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kapabilitas dan pengetahuan mengenai moneter tersebut penting agar mampu menentukan model pengendalian dan memiliki ekspektasi yang tidak liar.

Hal tersebut juga akan membantu terwujudnya stabilitas serta tidak banyak multitafsir terkait kebijakan yang diambil. "Perjalanan karier dan juga rekam jejak yang sifatnya konkret menjadi penting karena itu akan menjadi referensi dunia usaha," ucap Enny.

Masa kepimpinan Gubernur BI Agus Martowardojo akan berakhir pada 15 Mei 2018. Presiden Joko Widodo dijadwalkan mengirim nama calon Gubernur BI kepada DPR pada pekan ketiga Februari 2018 untuk selanjutnya dilakukan uji kelayakan dan kepatutan.

Sebelumnya, Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofyan Wanandi menyebutkan empat nama calon Gubernur BI, yaitu Bambang Brodjonegoro, Chatib Basri, Agus Martowardojo dan Perry Warjiyo.

ANTARA






BI Prediksi Inflasi September 2022 Tembus 5,88 persen karena Kenaikan Harga BBM

5 jam lalu

BI Prediksi Inflasi September 2022 Tembus 5,88 persen karena Kenaikan Harga BBM

BI memprediksi terkereknya inflasi September 2022 dipicu oleh kenaikan harga harga komoditas bensin sebesar 0,91 persen.


Rupiah Melemah 2,24 Persen terhadap Dolar, Ringgit Malaysia 10,2 Persen

1 hari lalu

Rupiah Melemah 2,24 Persen terhadap Dolar, Ringgit Malaysia 10,2 Persen

Bank Indonesia menyatakan depresiasi rupiah tidak sedalam nilai tukar mata uang negara setara lainnya.


BI: Tekanan terhadap Rupiah Disebabkan Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

1 hari lalu

BI: Tekanan terhadap Rupiah Disebabkan Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

Bank Indonesia menyatakan depresiasi rupiah relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya.


Rupiah Terus di Level Rp 15.000-an per Dolar AS, BI: Utang Luar Negeri Tak Seperti 1998

1 hari lalu

Rupiah Terus di Level Rp 15.000-an per Dolar AS, BI: Utang Luar Negeri Tak Seperti 1998

Bank Indonesia (BI) memastikan, kondisi utang luar negeri (ULN) Indonesia saat ini masih sangat aman, meskipun kurs rupiah terus bertengger di level atas Rp 15.200 per dolar AS.


Intervensi BI Untuk Selamatkan Rupiah Kini Diklaim Tak Kuras Cadangan Devisa, Kenapa?

1 hari lalu

Intervensi BI Untuk Selamatkan Rupiah Kini Diklaim Tak Kuras Cadangan Devisa, Kenapa?

Intervensi BI untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kini tak harus banyak memakan cadangan devisa. Kenapa?


Rupiah Masih Melemah, BI : Memang Indeks Dolarnya Menguat

1 hari lalu

Rupiah Masih Melemah, BI : Memang Indeks Dolarnya Menguat

Bank Indonesia (BI) mencatat, pelemahan yang terjadi di nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga saat ini lebih disebabkan indeks dolar atau DXY yang memang menguat.


Perkirakan Inflasi September 1,10 Persen, Bank Indonesia Sebut Bensin dan Angkot Penyumbang Utama

1 hari lalu

Perkirakan Inflasi September 1,10 Persen, Bank Indonesia Sebut Bensin dan Angkot Penyumbang Utama

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada September 2022 mencapai 1,10 persen.


Pekan Ini , Bank Indonesia Catat Modal Asing Keluar Rp 8,48 T

1 hari lalu

Pekan Ini , Bank Indonesia Catat Modal Asing Keluar Rp 8,48 T

Bank Indonesia (BI) mencatat terdapat aliran modal asing keluar bersih senilai Rp8,48 triliun selama periode 26-29 September 2022.


BI, Kemenkeu, hingga OJK Resmi Terbitkan Panduan Penggunaan IndONIA

2 hari lalu

BI, Kemenkeu, hingga OJK Resmi Terbitkan Panduan Penggunaan IndONIA

Tujuan penerbitan ini oleh BI hingga OJK adalah mengawal proses reformasi referensi suku bunga rupiah.


Rupiah Jeblok ke 15.266 per Dolar AS, BI: Inflasi di Emerging Market Tak Sebesar Negara Maju

3 hari lalu

Rupiah Jeblok ke 15.266 per Dolar AS, BI: Inflasi di Emerging Market Tak Sebesar Negara Maju

Bank Indonesia (BI) angkat bicara menanggapi jebloknya nilai tukar rupiah belakangan telah tembus ke 15.266 per dolar AS.