Gerbong Kereta LRT Jakarta Rampung 59 Persen, Ini Penampakannya

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto 16 gerbong kereta LRT yang dipesan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang akan dioperasikan pada fase I rute Velodrome-Kelapa Gading. - Istimewa/Dok. Jakpro

    Foto 16 gerbong kereta LRT yang dipesan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang akan dioperasikan pada fase I rute Velodrome-Kelapa Gading. - Istimewa/Dok. Jakpro

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) terus mempercepat pembangunan kereta api ringan atau light rail transit (LRT) rute Velodrome-Kelapa Gading.

    Humas Jakarta Propertindo Harto Pratama mengatakan selain menyelesaikan jalur layang, pihaknya juga mempercepat pembuatan gerbong kereta atau rolling stock.

    "Progres pembuatan rolling stock saat ini mencapai 59,21 persen. Proses pengecatan kereta pertama sudah selesai pada akhir Oktober 2017 di Korea Selatan," ujar Harto ketika dihubungi, Kamis, 22 Februari 2018.

    Baca juga: Insiden Tol Becakayu, Bagaimana Nasib LRT Jakarta dan Palembang?

    Harto mengungkapkan Jakpro memesan 16 gerbong kereta yang akan dioperasikan pada koridor I fase I rute Velodrome-Kelapa Gading. Namun, pengiriman rolling stock tersebut akan dilakukan secara bertahap. "Dua gerbong pertama akan tiba di Jakarta paling lambat pada akhir April 2018. Setelah itu, kami akan melaksanakan testing dan commissioning di track," ujarnya.

    Jika gerbong kereta mass rapid transit (MRT) berwarna biru, maka gerbong kereta LRT Jakarta justru ditutupi cat warna putih. Perpaduan warna hitam-merah di muka kereta serta biru muda di bodi kereta membuat tampilan LRT yang dibuat Jakpro terlihat simpel tapi sangat modern.

    Delapan gerbong LRT ditargetkan siap beroperasi pada akhir Juli 2018 dan delapan gerbong LRT berikutnya akan beroperasi pada akhir Oktober 2018. Progress proyek LRT Jakarta per 15 Februari 2018 secara keseluruhan sudah mencapai 63,01 persen. "Rinciannya, pekerjaan persiapan sudah selesai 100 persen, pekerjaan utama prasarana 62,92 persen," kata Harto.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.