Insiden Tol Becakayu, Kemenhub Panggil Kontraktor Konsultan Proyek Kereta Api

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Laboratorium Forensik tengah memotong sejumlah besi ulir konstruksi tiang Tol Becakayu, yang ambruk di Jalan Panjaitan, Jakarta Timur, 22 Februari 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Petugas Laboratorium Forensik tengah memotong sejumlah besi ulir konstruksi tiang Tol Becakayu, yang ambruk di Jalan Panjaitan, Jakarta Timur, 22 Februari 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasca insiden kecelakaan kerja pada proyek Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Tol Becakayu), Jakarta Timur, pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh konstruksi hingga kontraktor proyek. Hari ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memanggil ratusan kontraktor dan konsultan berbagai proyek infrastruktur perkeretaapian, mewanti-wanti persoalan kecelakaan kerja.

    "Jangan hanya liat kecelakaan itu dari angka-angka saja," kata Sekretaris Jenderal Kemenhub Sugihardjo dalam pertemuan pembinaan keselamatan sumber daya manusia (SDM) kontraktor dan konsultan di bidang perkeretapian, di Jakarta, Kamis, 22 Februari 2018.

    Baca: Kementerian Perhubungan Akan Evaluasi Proyek Konstruksi Layang

    Sugihardjo mengatakan pertemuan ini ikut melibatkan operator kereta seperti PT Kereta Api Indonesia (Persero), Light Rail Transit (LRT) Jabodebek, hingga Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Kepada para kontraktor, konsultan, hingga operator, Ia pun membeberkan kecelakaan kerja yang selama ini terjadi pada proyek kereta api seperti insiden launcher girder DDT (Double-Double Track) yang tergelincir, antara Manggarai sampai Jatinegara, awal Februari 2018 lalu. "Kalo hanya angka yang dilihat, setelah riuh insiden hilang, akan balik lagi ke business as usual," ujarnya.

    Sebelumnya, tiga menteri telah melakukan evaluasi pasca insiden Tol Becakayu, mulai dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. Hasilnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono resmi menghentikan semua proyek infrastruktur elevated pasca insiden Tol Becakayu.

    "Semua pekerjaan yang berada di atas tanah yang membutuhkan pekerjaan berat, saya berhentikan dulu sementara," kata dia, di Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Selasa, 20 Februari 2018.

    Pada Rabu, 21 Februari 2018, Basuki mengaku telah meneken surat penugasan kepada Komite Keselamatan Konstruksi Nasional (KKKN) per hari ini. KKKN diminta untuk mengevaluasi sekitar 40 proyek yang memiliki pengerjaan elevated, termasuk diantaranya proyek-proyek di bawah Waskita Karya.

    Sugihardjo mengingatkan kontraktor untuk benar-benar memperhatikan keselamatan pekerja proyek. Ia mengatakan bahwa yang harus diperhatikan bukanlah pekerja yang sudah bekerja sesuai tiga jadwal pee 8 jam, namun apakah para pekerja memang cukup beristirahat diluar jam kerja.

    Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin memastikan evaluasi menyeluruh telah mulai dilakukan oleh kementeriannya. Syarif, yang juga menjabat sebagai Ketua KKKN, mengatakan penghentian sementara dilakukan pada pembangunan proyek layang atau elevated yang memenuhi indikator tertentu. "Kami mulai dari proyek Adhi Karya, Waskita, lalu Hutama Karya, mudah-mudahan hari Senin, Adhi Karya bisa jalan," ujarnya.

    Kepada para kontraktor, konsultan, dan operator kereta api, Syarif ikut mewanti-wanti persoalan keselamatan kerja, terutama konsultan pengawas. Evaluasi dari Kementerian PUPR, menurut dia, menunjukkan banyak kecelakaan terjadi pada subuh. "Indikasinya banyak konsultan yang mempercayakan saja ke kontraktor untuk pengerjaan di waktu tersebut," kata Syarif.

    Baca berita tentang Tol Becakayu lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.