Pelni Layani 6 Trayek Tol Laut Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 22_ekbis_tollaut

    22_ekbis_tollaut

    TEMPO.CO, Jakarta - PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) kembali mendapat penugasan program Tol Laut tahun ini. Penugasan tersebut tertuang dalam Surat Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Nomor: AL.307/1/I/DTPL-18 tanggal 19 Februari 2018.

    Corporate Secretary Pelni, Ridwan Mandaliko, mengatakan Pelni ditugaskan untuk melayani enam trayek Tol Laut dan akan mengangkut barang-barang prioritas ke daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan.

    Distribusi barang-barang penting ditujukan guna menjamin ketersediaan barang dan mengurangi disparitas harga. “Barang prioritas pertama yang dimuat adalah beras, gula, minyak goreng, tepung terigu dan semen," ujarnya dalam siaran pers, Selasa, 20 Februari 2018.

    Baca juga: Pelni Kerahkan 9 Kapal untuk Program Tol Laut

    Dia menerangkan, barang prioritas kedua yang bisa diangkut mencakup bahan kebutuhan pokok, seperti kedelai dan bahan baku tempe, cabai, bawang merah, daging sapi, daging ayam ras dan telur ayam ras. Selanjutnya, ikan segar mencakup bandeng, ikan kembung, tuna, tongkol dan cakalang.

    Sementara itu, barang prioritas ketiga antara lain padi, jagung, pupuk, Elpiji ukuran 3 kg, triplek, besi baja konstruksi dan baja ringan.

    Di sisi lain, Pelni segera melaksanakan Notice Of Readiness (NOR) untuk enam trayek Tol Laut yang ditugaskan pada perseroan. Enam trayek tersebut, yakni T-2, T-4, T-6, T-13, T-14 dan T-15.

    Baca juga: Kemenhub Tugaskan Pelni dan ASDP untuk Program Tol Laut

    Berikut rute pada masing-masing trayek:

    1. Trayek T-2 melayani Tanjung Priok-Tanjung Batu-Belinyu-Tarempa-Natuna-Midai-Serasan-Tanjung Priok dengan armada KM Caraka Jaya Niaga III-4,

    2. Trayek T-4 melayani Tanjung Perak-Makasar-Tahuna PP dengan KM Logistik Nusantara 1 dan Trayek Feeder melayani Tahuna-Kahaktuang-Burias-Tagulandang-Blaro-Lirung-Melongoane-Miangas-Marore dengan KM Kandhaga Nusantara 1,

    3. Trayek T-6 melayani Tanjung Perak-Tidore-Morotai-PP dengan KM Caraka Jaya Niaga III-2,

    4. Trayek T-13 melayani Kalabahi-Moa-Rote (Baa)-Sabu (Bu) PP dengan KM Logistik Nusantara 3,

    5. Trayek T-14 melayani Tanjung Perak-Lewoleba-Adonara/Tenong-Larantuka PP dengan KM Logistik Nusantara 4,

    6. Trayek T-15 melayani Tanjung Perak-Kisar-Namrole-PP dengan KM Logistik Nusatara 2.

    Menurut Ridwan, pengguna jasa subsidi Tol Laut didominasi oleh badan usaha milik negara (BUMN) yang mendapat penugasan oleh Menteri Perhubungan untuk membeli dan mendistribusikan barang kebutuhan pokok.

    BUMN yang mengemban tugas tersebut, yakni PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, Perum BULOG, PT Rajawali Nusantara Indonesia, PT Semen Indonesia, PT Pos Logistik Indonesia, PT Pertamina, PT ASDP Indonesia Ferry dan Perum DAMRI.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Depresi Atas Gagal Nyaleg

    Dalam pemilu 2019, menang atau kalah adalah hal yang lumrah. Tetapi, banyak caleg yang sekarang mengalami depresi karena kegagalannya.