Bank Indonesia Imbau Bank Terima Setoran Uang Logam

Reporter

Editor

Anisa Luciana

Uang logam pecahan Rp 1.000 Tahun Emisi 2010. ANTARA/Hasan Sakri Ghozali

TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia (BI) perwakilan Sulawesi Utara mengimbau perbankan di Provinsi Gorontalo untuk menerima setoran uang logam.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Sulawesi Utara, Buwono Budisantoso, mengatakan bahwa derajat uang kertas dan logam itu sama.

"Itu adalah uang yang mewakili kedaulatan Republik Indonesia, oleh karenanya kami mengimbau untuk perbankan mau menerima setoran uang logam," katanya di Gorontalo, Selasa, 20 Februari 2018.

Baca juga: Rupiah Digital Tak Akan Menggantikan Uang Kartal dan Giral

Ia menyadari, dibutuhkan usaha lebih dari perbankan jika ada nasabah yang ingin menyetor menggunakan uang logam karena proses menghitungnya cukup lama.

"Kami menginginkan perbankan selalu terima uang logam dan setiap kas titipan diharapkan juga menerima setoran uang logam dari seluruh perbankan anggotanya," ucap dia.

"Jika ada masyarakat yang membutuhkan uang logam untuk berbagai kebutuhan maupun retail modern, maka perbankan harus memenuhi itu, dan jika tidak bisa dipenuhi segera hubungi Bank Indonesia, kami dengan senang hati akan datang dengan membawa sesuai yang dibutuhkan," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa secara hukum Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 mewajibkan uang rupiah apapun bentuknya adalah bentuk kedaulatan negara, dan setiap transaksi harus dilakukan dengan rupiah. "Jadi tidak boleh ada yang melakukan penolakan, sanksi pasti ada," ujarnya menegaskan.

Untuk mempermudah dan menghemat waktu penghitungan uang, Buwono mengungkapkan pihaknya saat ini tengah mengupayakan untuk membuat mesin sederhana.

"Pecahan uang logam tahun emisi 2016 kami sudah antisipasi mulai dari ukuran yang terkecil Rp 100 hingga Rp 1000 itu beda ukurannya," katanya.

ANTARA






Ingatkan Inflasi 2023 Bisa Lebih dari 4 Persen, Bank Indonesia: Harga Pangan dan Energi Meningkat

12 jam lalu

Ingatkan Inflasi 2023 Bisa Lebih dari 4 Persen, Bank Indonesia: Harga Pangan dan Energi Meningkat

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman menyebut risiko inflasi melebihi empat persen secara tahunan masih tinggi hingga 2023.


Pemerintah Diminta Jaga Inflasi Pangan Tak Melebihi 5 Persen agar Target Inflasi Nasional Tercapai

13 jam lalu

Pemerintah Diminta Jaga Inflasi Pangan Tak Melebihi 5 Persen agar Target Inflasi Nasional Tercapai

Inflasi pangan yang terjaga di kisaran 5 persen dapat membuat target inflasi nasional yang sebesar plus minus 4 persen di 2022 tercapai.


BPS: Inflasi September 1,17 Persen, Tertinggi Sejak Desember 2014

13 jam lalu

BPS: Inflasi September 1,17 Persen, Tertinggi Sejak Desember 2014

BPS mengumumkan tingkat inflasi pada bulan September 2022 sebesar 1,17 persen. Dengan begitu, inflasi tahunan kini mencapai 5,95 persen.


Inflasi September Diprediksi Melonjak jadi 6,08 Persen Setelah Deflasi di Agustus, Kenapa?

16 jam lalu

Inflasi September Diprediksi Melonjak jadi 6,08 Persen Setelah Deflasi di Agustus, Kenapa?

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memprediksi tingkat inflasi pada September 2022 bakal melonjak hingga melampaui target pemerintah. Kenapa?


Pengguna QRIS Terus Bertambah di Berbagai Pulau, Transaksi Naik Jadi Rp 9,66 Triliun

16 jam lalu

Pengguna QRIS Terus Bertambah di Berbagai Pulau, Transaksi Naik Jadi Rp 9,66 Triliun

Jumlah pengguna dan volume transaksi salah satu sistem pembayaran non tunai QRIS terus meningkat hingga saat ini.


Rupiah Diprediksi Melemah di Level 15.270 per Dolar AS, Analis Beberkan Penyebabnya

17 jam lalu

Rupiah Diprediksi Melemah di Level 15.270 per Dolar AS, Analis Beberkan Penyebabnya

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan nilai tukar rupiah hari ini dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah.


Rupiah Digital BI Tak Tambah Jumlah Uang Beredar di Indonesia

17 jam lalu

Rupiah Digital BI Tak Tambah Jumlah Uang Beredar di Indonesia

Bank Indonesia (BI) memastikan keberadaan rupiah digital atau central bank digital currency tidak akan membuat peredaran uang di Indonesia bertambah.


BI Prediksi Inflasi September 2022 Tembus 5,88 persen karena Kenaikan Harga BBM

1 hari lalu

BI Prediksi Inflasi September 2022 Tembus 5,88 persen karena Kenaikan Harga BBM

BI memprediksi terkereknya inflasi September 2022 dipicu oleh kenaikan harga harga komoditas bensin sebesar 0,91 persen.


Rupiah Melemah 2,24 Persen terhadap Dolar, Ringgit Malaysia 10,2 Persen

2 hari lalu

Rupiah Melemah 2,24 Persen terhadap Dolar, Ringgit Malaysia 10,2 Persen

Bank Indonesia menyatakan depresiasi rupiah tidak sedalam nilai tukar mata uang negara setara lainnya.


BI: Tekanan terhadap Rupiah Disebabkan Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

2 hari lalu

BI: Tekanan terhadap Rupiah Disebabkan Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

Bank Indonesia menyatakan depresiasi rupiah relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya.