Besok, PT KAI Beri Diskon 50 Persen untuk Kereta Api Jarak Jauh

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang Kereta Api Tawang Jaya tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, 29 Juni 2017.TEMPO/DWI FEBRINA FAJRIN

    Penumpang Kereta Api Tawang Jaya tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, 29 Juni 2017.TEMPO/DWI FEBRINA FAJRIN

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya berencana memberikan potongan tarif hingga 50 persen untuk keberangkatan kereta api (KA) jarak menengah dan jauh mulai Kamis, 22 Februari 2018.

    Manajer Hubungan Masyarakat PT KAI Daop 8 Surabaya Gatut Sutiyatmoko mengatakan pemberian potongan tarif itu merupakan upaya meningkatkan animo masyarakat pengguna jasa transportasi kereta api.

    Baca juga: KA Pangrango Mulai Beroperasi Setelah Rel Putus Akibat Longsor

    "Kami memberlakukan tarif khusus untuk perjalanan kereta api jarak menengah dan jarak jauh dengan potongan sebesar 20-50 persen berlaku mulai 22 Februari 2018," ucap Gatut di Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 21 Februari 2018.

    Gatut berujar, masyarakat yang ingin menggunakan tarif khusus itu bisa dilayani dua jam sebelum jadwal keberangkatan serta hanya dapat dilayani di loket stasiun dan beberapa saluran eksternal yang ditetapkan. "Tarif khusus ini tidak berlaku pada KA fakultatif atau tambahan serta tidak bisa digabungkan dengan program lain," tuturnya.

    Beberapa kereta api yang memberikan potongan harga antara lain KA Gajayana, KA Malabar, KA Malioboro Ekspres, KA Majapahit, KA Malioboro Ekspress, dan KA Bima. Juga KA Mutiara Selatan, KA Argo Wilis, KA Turangga, KA Bangunkarta, KA Jayakarta, KA Ranggajati, KA Mutiara Selatan, KA Argo Anggrek, KA Sembrani, KA Gumarang, dan KA Harina.

    Sementara itu, stasiun kereta api utama Daop 8 Surabaya meliputi Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, Surabaya Semut, Sidoarjo, Mojokerto, Bojonegoro, Malang, Wonokromo, dan Lamongan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.