Indef Teliti Rasio Penciptaan Kerja Era Jokowi Vs SBY, Hasilnya?

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 07-nas-SBY-Jokowi

    07-nas-SBY-Jokowi

    TEMPO.CO, Jakarta - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengumumkan hasil penelitian mengenai perbandingan indikator penciptaan kerja dalam tiga tahun pertama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dibandingkan dengan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

    "Menurut perhitungan yang kami lakukan, Rasio Penciptaan Kerja (RPK) di era Jokowi-JK lebih rendah dibanding era SBY-Boediono," ujar ekonom senior Indef Dradjad H. Wibowo di Kantor Indef, Jakarta Selatan, Selasa, 20 Februari 2018. 

    Baca juga: Indef: Penciptaan Lapangan Kerja di Era Jokowi-JK Belum Maksimal

    Menurut Drajat, pada masa pemerintah SBY-Boediono, 1 persen pertumbuhan ekonomi mampu meningkatkan penduduk yang bekerja sebesar 467 ribu orang. Sementara, pada pemerintahan Jokowi-JK hanya 426 ribu orang. 

    Selain itu, penurunan juga terjadi di sektor pertambangan dan penggalian hampir 50 ribu tenaga kerja. Pada era SBY, ada 153 ribu lebih pekerja di sektor itu.

    Namun, di sektor konstruksi, era pemerintahan Jokowi-JK memberikan tambahan hampir 135 ribu tenaga kerja di tengah masifnya pembangunan infrastruktur.

    "Di sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi berhasil membalikkan angka negatif di era SBY-Boediono menjadi hampir 170 ribu tambahan di era Jokowi-JK," kata Dradjad.

    Meski secara keseluruhan RPK era SBY lebih tinggi, namun di masa pemerintahan Jokowi-JK, Rasio Penciptaan Kerja (RPK) rcatat tepaling tinggi dalam 10 tahun terakhir.

    "Di 2017, penciptaan lapangan kerja meningkat tinggi sekali menjadi 641.183. Itu di luar kebiasaan dan mengundang pertanyaan," kata Dradjad. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan RPK tertinggi di masa SBY-Boediono yang mencatat 589.104.

    Pada 2016, pemerintahan Jokowi mencatat penciptaan lapangan kerja sebesar 338.312. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.