Jokowi Minta Menteri Bahas Insentif demi Genjot Investasi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat menghadiri Kongres ke-30 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Universitas Pattimura (Unpatti), Kota Ambon, Provinsi Maluku, 14 Februari 2018. Foto: Kris - Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat menghadiri Kongres ke-30 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Universitas Pattimura (Unpatti), Kota Ambon, Provinsi Maluku, 14 Februari 2018. Foto: Kris - Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggelar rapat terbatas bersama dengan sejumlah menteri di kantornya sore ini untuk membahas insentif untuk investasi. Dia ingin menarik lebih banyak minat investor. 

    Jokowi menuturkan momentum Indonesia saat ini sangat baik dengan meningkatnya daya saing di dunia. "Momentum ini harus diikuti dengan terobosan, dengan langkah-langkah yang inovatif untuk menarik investasi lebih banyak ke negara kita," kata Jokowi di kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 20 Februari 2018.

    Menurut dia, Indonesia harus bergerak cepat lantaran negara lain juga sedang berlomba-lomba menarik investor. Jokowi menyebut negara seperti India, Pakistan, Bangladesh, dan Sri Lanka pun melakukan hal serupa dengan Indonesia. Mereka menawarkan berbagai insentif dan kemudahan dengan sangat progresif dan atraktif. 

    Indonesia, kata dia, bisa semakin tertinggal dengan negara lain dalam hal investasi jika tak ada perbaikan dan inovasi dalam pelayanan perizinan. Begitu juga jika tak ada pemangkasan dan penyederhanaan regulasi.

    Dia mencatat, sejumlah kementerian sudah memangkas regulasi yang menghambat. Dia ingin upaya tersebut dilanjutkan hingga di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.

    "Saya juga minta dikalkulasi insentif-insentif apa yang diberikan bisa ditawarkan kepada investor, baik investor dalam negeri maupun luar. Misalnya terkait pemberian tax holiday, tax allowance yang lebih menarik bagi investasi," ujarnya.

    Dia memerintahkan Menteri Keuangan bekerja sama dengan menteri lain membahas insentif tersebut. "Karena peraturan yang saya terima sebetulnya, baik itu tax holiday maupun tax allowance, sudah ada tapi pemanfaatannya sangat rendah, karena itu perlu dievaluasi," ujarnya.

    Jokowi juga meminta eksekusi insentif lain yang telah diluncurkan dalam paket kebijakan dikawal secara khusus. Dia mengatakan insentif tersebut bisa mendorong perbaikan kemudahan berusaha dalam negeri. "Tadi pagi Menko Ekonomi juga sudah lampirkan ke saya perkembangan selesainya single submission. Kalau ini juga bisa selesai bulan Maret, ini juga bisa mempercepat proses perizinan di Indonesia," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.