Calon Jemaah Umrah dari Medan Terancam Tak Berangkat

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lagi, Calon Peserta Umrah Melapor ke Polisi

    Lagi, Calon Peserta Umrah Melapor ke Polisi

    TEMPO.CO, Medan - Ribuan calon peserta umrah di Medan terancam tidak dapat berangkat ke Tanah Suci. Sebabnya adalah dugaan penipuan berkedok perjalanan umrah oleh agen keberangkatan Abu Tour Medan.

    Demi mendapatkan kepastian, calon jemaah umrah tersebut mendatangi kantor Abu Tour Medan pada Selasa, 20 Februari 2018. "Saya sudah enam kali datang, tapi tutup terus bang," ujar Nova Harahap, salah satu calon peserta umrah.

    Baca: Suami-Istri Bos First Travel Terima Gaji Rp 1,5 Miliar per Bulan

    Nova menceritakan bahwa awalnya dia mendapatkan tawaran promo umrah pada Mei tahun lalu. Tertarik dengan harga promo yang ditawarkan, sebulan kemudian Nova pun mendaftarkan diri menjadi calon peserta umrah ke pihak Abu Tour Medan. Ia membayar biaya keberangkatan Rp 64 juta untuk empat orang calon peserta umrah.

    Pada Desember 2017, Nova mendapatkan kabar untuk menjalani proses suntik meningitis. Bersamaan dengan itu, Nova mempertanyakan kejelasan jadwal keberangkatan keluarganya.

    Namun tidak ada jawaban pasti yang diberikan oleh pihak Abu Tour. "Jawabannya dari mereka cuma disuruh sabar. Saya khawatir juga ditipu seperti kasus First Travel. Karena saya sudah bayar duluan, baru kasus itu (First Travel) naik," ujar Nova.

    Sebulan kemudian, Nova yang kembali mendatangi kantor Abu Tour untuk meminta kejelasan, dia akhirnya dijadwalkan untuk berangkat pada akhir Februari 2018. Abu Tour pun memberikan baju seragam batik dan kain ihram.

    Menurut info yang didapatnya, calon jemaah umrah yang harus berangkat pada Februari 2018 sedikitnya 460 orang. "Februari itu kabarnya ada 460 calon peserta. Tapi ini semakin enggak jelas," ucap Nova

    Pertemuan pada Januari 2018 menjadi pertemuan terakhir Nova dan pihak Abu Tour. Ketika coba beberapa kali mendatangi kembali kantor Abu Tour, justru Nova mendapati kantor tersebut telah tutup. Di depan kantor hanya terpampang pengumuman yang memuat enam nomor kontak yang dapat dihubungi untuk mendapatkan informasi terbaru.

    Ketika Tempo coba menghubungi keenam nomor yang terpampang, dua nomor di antaranya tidak aktif dan tiga nomor tidak memberikan jawaban. Hanya satu nomor yang menjawab panggilan telepon.

    Namun pria bernama Budi tersebut justru mengaku bahwa dia merupakan perwakilan aliansi jemaah Abu Tour. "Saya perwakilan dari Aliansi Jemaah Abu Tour. Saya juga peserta umrah yang harusnya berangkat Januari, tapi belum berangkat juga," kata dia. Sedangkan untuk info lebih lanjut, Budi tidak ingin banyak berkomentar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.