Soal Gaji Pegawai Indomaret dan Karyawan Bank, Ini Tantangannya

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Awaludin

    TEMPO/Awaludin

    TEMPO.CO, Jakarta -Prana Rifsana, Ketua Umum Serikat Pekerja PT Bank Permata Tbk., mengatakan pekerja di sektor perbankan di beberapa wilayah menerima gaji di bawah standar upah minimum provinsi. Ia mengatakan dalam penetapan upah minimum sektoral, para pekerja di industri jasa perbankan bersama dengan jasa perdagangan diputuskan mendapatkan upah Rp 3,69 juta per bulan, di Depok.

    "Upah tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan gaji pekerja di sektor pasar modern, supermarket, dan hypermarket, yang ditetapkan Rp 3,98 juta per bulan," kata Prana seperti dikutip dari Bisnis.com. Pasar modern dimaksud seperti Indomaret dan Alfamart. 

    Baca: Gaji Pegawai Indomaret Lebih Tinggi dari Gaji Pegawai Bank

    Di sisi lain, menurutnya, risiko yang harus ditanggung pekerja bank tergolong tinggi. Mereka merupakan subjek dari Undang-Undang Perbankan, Undang-Undang Pencucian Uang, Undang-Undang Transfer dana dan Undang-Undang KUHP yang ancamannya rata-rata di atas 5 tahun penjara.

    Tingginya risiko tersebut membuat kualifikasi pekerja bank sangat tinggi. Minimal staf bank harus berijazah strata I.

    Simak: 23 BUMN yang Masih Merugi Hinggal Kuartal Ketiga 2017, Garuda Indonesia Terbesar

    Mengingat besarnya kontribusi sektor perbankan plus risiko yang dihadapi pekerja, maka Prana menganggap besaran 30% untuk kenaikan UMP dirasa wajar. "Tahun lalu naik tapi hanya 5% di atas UMP," imbuhnya.

    Tantangan lain yang dihadapi karyawan bank adalah kehadiran teknologi finansial (tekfin). Kehadirannya membuat sejumlah pos pekerjaan bisa digantikan oleh teknologi yang lebih efisien. Alhasil, bank pun terpaksa memangkas jumlah karyawan.

    Seperti yang dilakukan oleh PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. (BTPN) dan PT Bank Danamon Tbk.

    Dalam laporan keuangan BTPN, pada akhir Desember 2017 mereka merumahkan 4.525 orang akibat pengurangan kantor cabang dan perampingan organisasi. Jumlah karyawan BTPN dan anak usaha yang tersisa menjadi 20.912 unit dari sebelumnya 25.437 orang per akhir tahun 2016.

    Jumlah kantor cabang BTPN berkurang dari 85 kantor pada 2016 menjadi 84 kantor. Pengurangan paling drastis terjadi pada kantor cabang pembantu yakni dari 746 unit menjadi 304 unit.

    Adapun, Bank Danamon merumahkan karyawan sebanyak 2.322 orang. Manajemen Bank Danamon terpaksa melakukan pengurangan sebagai bagian dari upaya perbaikan kualitas aset Danamon Simpan Pinjam.

    Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri sebelumnya mengatakan, kehadiran tekfin memang suatu keniscayaan. Banyak proses kerja yang terpangkas sehingga memaksa perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Namun, dia berharap pihak bank dapat bijak dalam melakukan.

    "Perusahaan harus punya skema transformasi yang jelas, termasuk bagaimana memperlakukan para pekerja seiring dengan perubahan teknologi yang ada," ujarnya.

    BTPN sudah melakukan program pengakhiran kerja sukarela (PPKS) sejak Agustus 2017 lalu. Direktur Utama BTPN Jerry Ng menjelaskan program PPKS tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi organisasi yang dilakukan perseroan sejalan dengan pengembangan digitalisasi perbankan.

    Terkait kehadiran Tekfin, Prana mengakui bahwa hal tersebut sulit dihindari. Namun, jika bank harus melakukan PHK, sebaiknya dilakukan secara bermartabat.

    "Artinya harus transparan. Prosesnya voluntary atau penawaran agar mereka yang mengambil sudah siap," tegasnya.

    Selain itu, perusahaan juga harus melakukan pelatihan dan proses pendampingan, salah satunya dalam hal wirausaha. Di samping itu harus ada jaminan kesehatan hingga usia tertentu.

    Isu kesejahteraan karyawan memang masih menjadi tantangan di Indonesia. Tak terkecuali karyawan di sektor perbankan.

    Berita lainnya tentang Indomaret bisa dibaca di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.