Utang Luar Negeri Akhir 2017 Naik 10 Persen, BI: Terbilang Aman

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sawah/ pertanian dan pembangunan perumahan. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Ilustrasi sawah/ pertanian dan pembangunan perumahan. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Utang luar negeri (ULN) Indonesia pada triwulan IV/2017 relatif terkendali. ULN Indonesia pada akhir triwulan IV/2017 tercatat US$352,2 miliar atau tumbuh 10,1% (yoy).

    Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman mengatakan perkembangan ULN ini terjadi baik di sektor publik maupun swasta, sejalan dengan kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur dan kegiatan produktif lainnya.

    Baca juga: Kenapa Ekonom Ini Menilai Kenaikan Utang Luar Negeri Positif?

    "Berdasarkan jangka waktu, struktur ULN Indonesia pada akhir triwulan IV/2017 terbilang aman," kata Agusman dalam keterangan resmi pada Senin, 19 Februari 2018.

    ULN tetap didominasi jangka panjang yang memiliki pangsa 86,1% dari total ULN dan pada akhir triwulan IV/2017 tumbuh 8,5% (yoy). Sementara itu, ULN jangka pendek tumbuh 20,7% (yoy).

    Menurut sektor ekonomi, posisi ULN swasta pada akhir triwulan IV/2017 didominasi oleh sektor keuangan, industri pengolahan, listrik, gas, dan air bersih (LGA), serta pertambangan.

    Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,9%, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pangsa pada triwulan sebelumnya sebesar 77,0%.

    Pertumbuhan ULN pada sektor keuangan, sektor industri pengolahan, dan sektor LGA meningkat dibandingkan dengan triwulan III/2017. Di sisi lain, ULN sektor pertambangan mengalami kontraksi pertumbuhan.

    Agusman mengungkapkan Bank Indonesia memandang perkembangan ULN pada triwulan IV/2017 masih terkendali.

    Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir triwulan IV/2017 tercatat stabil di kisaran 34%. Selain itu, rasio utang jangka pendek terhadap total ULN juga relatif stabil di kisaran 13%.

    "Kedua rasio ULN tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan beberapa negara peers."

    Menurut Agusman, Bank Indonesia terus memantau perkembangan utang luar negeri dari waktu ke waktu untuk meyakinkan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas makroekonomi.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.