Sebelas Pengusaha Amerika Serikat Jajaki Investasi di NTB

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panorama deretan perbukitan KEK Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, 30 April 2017. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat bertandang ke Pulau Lombok. ANTARA FOTO

    Panorama deretan perbukitan KEK Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, 30 April 2017. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat bertandang ke Pulau Lombok. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Mataram -Sebelas pengusaha asal Amerika Serikat berkunjung ke Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk melakukan penjajakan investasi bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI). Mereka menjajaki investasi di berbagai sektor antara lain real estate, kesehatan, perikanan, pertanian, pertambangan, makanan, kelistrikan dan pariwisata.

    Sejumlah sektor yang dapat dikembangkan oleh para investor, yaitu Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Global Hub Bandar Kayangan di Kabupaten Lombok Utara, Kawasan Samota (Teluk Saleh, Moyo, Tambora di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Dompu) serta sektor lain yang potensial.

    Baca: Di Depan Moeldoko, Dubes AS Berkomitmen Genjot Investasi di RI

    Sekretaris Daerah NTB Rosiady Sayuti menyampaikan dukungan dan menyambut kehadiran para investor tersebut. Menurutnya, Pemerintah Provinsi NTB, di bawah kepemimpinan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi selalu menyambut baik para investor demi terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Karena itu, Rosiady Sayuti mengajak para investor untuk segera merealisasikan hasil kunjungan tersebut. Sebab, pemerintah provinsi telah menyiapkan regulasi yang memudahkan para investor untuk menanamkan sahamnya di NTB. ''Salah satunya adalah memberikan kemudahan dalam hal perizinan,'' katanya.

    Dalam sesi diskusi dengan para investor, ia menjelaskan beberapa hal yang menjadi pertanyaan para investor, di antaranya jumlah rumah sakit, pengembangan power plant, potensi perikanan dan kelautan serta bidang pertambangan.

    Kunjungan para pengusaha yang dipimpin oleh Winanto Adi dari KJRI di Amerika Serikat tersebut bertemu Sekretaris Daerah NTB Rosiady Sayuti di Pendopo Gubernur NTB, Senin 19 Februari 2018 siang. ''Mereka datang untuk melihat potensi yang dikembangkan di sini,'' kata Winanto Adi.

    Dikatakannya, juga untuk berdialog langsung dengan pemerintah daerah terkait regulasi serta kebijakan-kebijakan yang diterapkan apabila para investor hendak menanamkan sahamnya di NTB. Karena jumlahnya banyak serta memiliki latar belakang bisnis yang berbeda, Winanto Adi menyebutkan provinsi NTB menjadi daerah yang cocok karena memiliki beragam sektor yang membutuhkan para investor. 

    Ketika mereka memutuskan untuk investasi, apa saja faktor-faktor yang menjadi pertimbangannya. ''Ini harus terjawab melalui dialog dengan pemangku kepentingan di NTB,'' ujarnya.

    Yang menjadi catatan dalam pertemuan tersebut, menurutnya, para investor ingin mempelajari regulasi atau kepastian hukum bagi para investor. Yang paling penting bagi investor Amerika Serikat, bukan angka-angka, bukan statistik. ''Tetapi kepastian bahwa investasi mereka aman. Dan kepastian itu dapat dilihat dari regulasi, baik nasional maupun daerah,” ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.