Cerita Jokowi di Facebook Soal Persaingan yang Makin Ketat

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo berfoto dengan warga saat menghadiri resepsi pernikahan Novie Ayu Anggraini dengan Adrian Anandika Manurung, di Lenteng Agung, Jakarta, 16 Februari 2018. Kris/Biro Pers Setpres

    Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo berfoto dengan warga saat menghadiri resepsi pernikahan Novie Ayu Anggraini dengan Adrian Anandika Manurung, di Lenteng Agung, Jakarta, 16 Februari 2018. Kris/Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menceritakan tentang persaingan yang makin ketat melalui akun resminya di Facebook. Jokowi bercerita, semasa duduk di bangku sekolah menengah pertama, salah satu kantor cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) di dekat kota asalnya bisa tutup pada jam satu siang dan para pegawai kembali ke rumah masing-masing pada sore hari.

    "Kenapa bisa begitu santai? Jawabannya sederhana, karena tidak ada pesaing. Tidak ada kompetisi," kata Jokowi dalam statusnya, Senin, 19 Februari 2018.

    Baca: Terkesan 'Nge-game Virtual' Bareng Bos Facebook, Jokowi Catat Ini

    Lalu Jokowi mengatakan, saat perbankan swasta dan asing masuk ke Indonesia dengan pelayanan nasabah dan fasilitas yang berkualitas, BRI dan bank nasional lain harus berbenah agar tak kalah saing. Menurut Jokowi, BRI mampu bersaing dan mencatat keuntungan terbesar pada 2017, yakni Rp 29,04 triliun.

    "Karena itulah, pada konferensi Forum Rektor Indonesia di Makassar, pekan lalu, saya menyampaikan mengenai usulan dari Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Kata Pak Menteri, 'Pak, ini perguruan tinggi kalau enggak berubah kita kasih kompetisi dengan universitas asing'," ujarnya.

    Namun demikian, Jokowi belum menyetujui langkah tersebut. Jokowi meminta Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi berbicara lebih dulu dengan semua rektor perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, untuk berbenah sebelum kompetitor perguruan tinggi asing masuk. "Kalau tanpa diberi kompetitor bisa berubah, ya, tidak usah. Tapi, kalau kita tunggu tidak ada perubahan, ya, kita beri kompetitor," ucapnya

    Sejumlah netizen pun mengomentari status Jokowi itu. Akun Leonard S. Manullang menyatakan status Jokowi tersebut bisa membuka mata masyarakat Indonesia untuk sadar terhadap persaingan.

    "Agar terbuka semua mata, fokus meningkatkan kualitas berkesinambungan.... #SetujuBanget. Terima kasih Presiden Jokowi," tulisnya.

    Adapun akun Ahmad Din mengungkapkan, "Kalau mau ekonominya bagus, ya, harus kerja keras, jangan cuma pintar demo nuntut kesejahteraan."

    Hingga berita ini ditulis, status Jokowi di akun Facebook-nya tersebut sudah mendapat 27 ribu like, 1.653 share, dan 4.050 komentar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.