Chrome Ancam Situs dengan Iklan Pengganggu, Apa Saja Kriterianya?

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Google Chrome. Theverge.com

    Kantor Google Chrome. Theverge.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Peramban besutan Google, Chrome, mulai memberlakukan penyaringan iklan sesuai dengan kaidah Better Ads Standards. Sesuai dengan janjinya pada Juni 2017 untuk mengatasi iklan-iklan yang mengganggu pengguna, per 15 Februari 2018, Chrome menyaring iklan yang tampil tidak sesuai dengan standar.

    Engineering Manager Chrome Chris Bentzel mengatakan setelan ini ditujukan bukan semata-mata sebagai penyaring iklan yang tampil, tapi juga meningkatkan pengalaman pengguna agar lebih baik.

    Per 12 Februari 2018 tercatat 42 persen situs yang mendapatkan penilaian fails, menurut Better Ads Standards, telah membenahi pengaturan iklannya.

    “Ini adalah hasil yang kami harapkan. Situs-situs tersebut akan memperbaiki iklan-iklan yang mengganggu dan memberikan keuntungan bagi semua penggunanya,” ujar Bentzel, seperti tertulis dalam laman blog Chrome.

    Sebaliknya, jika terus mempertahankan iklan yang tidak sesuai, 30 hari setelah peringatan tentang pelanggaran, Chrome akan mulai mencekal iklan di situs tersebut.

    "Kami didorong hasil awal yang menunjukkan pergeseran industri akibat iklan yang mengganggu ini. Kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan industri menuju masa depan, di mana filter iklan ini tak diperlukan lagi,” katanya.

    Better Ads Standards sendiri merupakan hasil riset konsumen publik yang dilakukan Coalition for Better Ads, sebuah grup industri yang fokus pada penanganan pengalaman pengguna yang berkaitan dengan iklan daring (online).

    Lebih dari 40 ribu pengguna Internet di Amerika Utara dan Eropa berpartisipasi dalam survei tersebut. Mereka diperlihatkan iklan-iklan yang lazim muncul dan diminta mengevaluasi apa yang paling mengganggu dari iklan-iklan yang ada.

    Hasilnya, ada beberapa jenis iklan yang dianggap mengganggu, di antaranya iklan yang memenuhi seluruh layar, iklan pop-up, iklan animasi, dan iklan video yang otomatis terputar.

    Terlepas dari bentuk dan jenis iklannya, sebagian besar iklan tersebut dikendalikan pengelola situs tempat iklan tersebut dipasang. Contohnya komposisi iklan dan durasi kemunculan iklan.

    Berdasarkan hasil penelitian itu pula, Chrome melakukan beberapa pendekatan, seperti mengevaluasi seberapa baik situs mematuhi Better Ads Standards, memberikan peringatan pada situs pelanggar dan memberikan kesempatan untuk mengubah iklan yang tidak sesuai, serta mencabut iklan dari situs yang tetap melanggar.

    Setelah mengevaluasi situs, Chrome akan memberikan status perihal iklan yang tampil dalam situs tersebut. Ada tiga tingkatan status yaitu passing, warning, dan fails.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.