Proyek LRT Palembang, Waskita Karya Menunggu Pembayaran Rp 9,1 T

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Palembang jelang gelaran Asian Games 2018 sudah mencapai 77 persen. Ditargetkan, pembangunan rampung hingga 80 persen pada akhir tahun 2017. Palembang, Sumatera Selatan, Minggu, 10 November 2017. Tempo/Fajar Pebrianto

    Pembangunan kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Palembang jelang gelaran Asian Games 2018 sudah mencapai 77 persen. Ditargetkan, pembangunan rampung hingga 80 persen pada akhir tahun 2017. Palembang, Sumatera Selatan, Minggu, 10 November 2017. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Waskita Karya menunggu pembayaran pengerjaan proyek kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) dari pemerintah. Direktur Keuangan Waskita Karya, Tunggul Rajagukguk, mengungkapkan perseroan masih memproses penerimaan pembayaran dari pemerintah.

    Waskita Karya juga menyiapkan skema pendanaan alternatif, yakni anjak piutang atau factoring, apabila pemerintah tidak melunasi pembayaran pengerjaan proyek LRT Palembang, Sumatera Selatan, pada tahun ini.

    “Dari pemerintah belum ada perubahan kontrak,” ujar Tunggul pada Kamis, 15 Februari 2018.

    Baca juga: Waskita Berencana Jual Piutang Proyek LRT Palembang Tahun Ini

    Sekretaris Perusahaan Waskita Karya, Shastia Hadiarti, mengatakan belum ada perubahan kontrak antara perseroan dan pemerintah. Oleh karena itu, berdasarkan kesepakatan, sisa pembayaran akan dilakukan pada 2018.

    “Yang jelas tahun ini kami kemungkinan besar akan mendapatkan pembayaran (untuk proyek pengerjaan LRT),” ucapnya.

    Nilai kontrak proyek LRT Palembang mencapai Rp 10,9 triliun. Dalam kesepakatan, jangka waktu pengerjaan dimulai pada 21 Oktober 2015 sampai dengan 30 Juni 2018.

    Baca juga: Proyek LRT Palembang, Piutang Waskita Karya Rp 9,1 T

    Dari jumlah nilai kontrak proyek, Waskita Karya baru menerima pembayaran Rp 1,8 triliun. Dengan begitu, perseroan masih memiliki piutang Rp 9,1 triliun.

    Waskita Karya berencana akan menjual piutang pemerintah dari pengerjaan proyek LRT Palembang melalui skema pendanaan factoring. Manajemen perseroan memperkirakan akan mendapat dana segar hingga Rp 5 triliun lewat alternatif tersebut.

    Waskita Karya menyatakan skema factoring bakal dijalankan apabila pemerintah menyatakan belum bisa membayar utang pengerjaan proyek LRT Palembang secara tunai. Pernyataan penundaan pembayaran tersebut nantinya bakal dijadikan sebagai jaminan kepada investor.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.