Gunung Sinabung Erupsi, Alat Ukur Pusat Vulkanologi Sempat Eror

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas Gunung Sinabung menyemburkan asap dan abu ke udara saat terjadi letusan, di desa Sukandebi, Karo, Sumatera Utara, 15 Januari 2018. REUTERS/Albert Damanik

    Aktivitas Gunung Sinabung menyemburkan asap dan abu ke udara saat terjadi letusan, di desa Sukandebi, Karo, Sumatera Utara, 15 Januari 2018. REUTERS/Albert Damanik

    TEMPO.CO, JakartaGunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami erupsi yang cukup besar pada Senin, 19 Februari 2018, pukul 08.53 WIB. Petugas pengamat Gunung Sinabung dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), M. Nurul Saori, di Medan mengatakan erupsi pada Senin pagi itu lebih besar daripada erupsi sebelumnya.

    Seusai erupsi pada pukul 08.53 WIB tersebut, Gunung Sinabung mengalami beberapa erupsi susulan, meski frekuensinya lebih rendah. Akibat letusan yang cukup kuat itu, erupsi pertama memunculkan semburan awan panas hingga mencapai 5.000 meter lebih. “Alat ukur kita sempat error karena cukup tinggi,” ucap Nurul, Senin, 19 Februari 2018.

    Baca: Dua Gunung Meletus, Kemenhub Keluarkan Peringatan Abu Vulkanik

    Awan yang keluar dalam erupsi tersebut kemudian menyebar hingga 4,9 kilometer ke arah selatan serta mencapai 3,5 km ke arah timur dan tenggara. Debu vulkanis dari erupsi Gunung Sinabung tersebut terpantau terbang ke arah barat sesuai dengan arah tiupan angin saat itu.

    Meski erupsinya cukup besar, PVMBG tidak mencatat tidak adanya penambahan pengungsi, termasuk korban jiwa. "Situasinya masih aman karena areanya telah steril," ujar Nurul.

    Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sebagai Koordinator Posko Nasional Energi dan Sumber Daya Mineral sebelumnya mendata sektor kebencanaan geologi selama periode Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Gunung Sinabung di Sumatera Utara dan Gunung Agung di Bali berada di level IV (awas). Meski terjadi beberapa letusan, radius jarak aman mengalami penurunan dari 10 km menjadi 6 km.

    Sebanyak 18 gunung api tercatat dengan status waspada, antara lain Gunung Ili Lewotolok, Gunung Banda Api, Gunung Dempo, Gunung Bromo, Gunung Rinjani, Gunung Lokon, Gunung Soputan, Gunung Karangetang, dan Gunung Gamalama. Selain itu, ada Gunung Sangeangapi, Gunung Rokatenda, Gunung Ibu, Gunung Gamkonora, Gunung Semeru, Gunung Anak Krakatau, Gunung Marapi, Gunung Dukono, dan Gunung Kerinci yang tercatat dengan status waspada. "Posko terus melakukan pemantauan dan monitoring,” tutur Muhammad Ibnu Jamil dari Komite BPH di gedung BPH Migas, Jakarta Selatan, awal Januari lalu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.