Indonesia-Singapura Perkuat Kerjasama Investasi dan Vokasi Industri

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koordinator Bidang Perekonomian DPP Golkar Airlangga Hartarto berkunjung ke kantor Tempo, Palmerah, Jakarta, 5 Desember 2017. Tempo/Jati Mahatmaji

    Koordinator Bidang Perekonomian DPP Golkar Airlangga Hartarto berkunjung ke kantor Tempo, Palmerah, Jakarta, 5 Desember 2017. Tempo/Jati Mahatmaji

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia dan Singapura sepakat meningkatkan kerja sama di bidang Investasi dan pendidikan vokasi, khususnya untuk sektor industri. Menurut  Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, hal tersebut akan semakin memperkuat kemitraan kedua negara dalam rangka saling melengkapi potensi ekonomi yang sangat besar.

    “Singapura merupakan salah satu negara tetangga yang memiliki peran strategis bagi kepentingan Indonesia maupun kawasan,” kata Airlangga melalui keterangan tertulis yang diterima Tempo, Minggu, 18 Februari 2018.

    Baca: Ini Kelebihan Go-Pay yang Membuat Investor Meminang Go-Jek

    Airlangga menjelaskan, di bidang investasi, pihaknya telah mendorong Singapura agar dapat terus mengembangkan pembangunan kawasan industri di daerah lain Indonesia, yang konsepnya terintegrasi serupa dengan Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah. ”Kami menawarkan di Kalimantan Utara (Tanah Kuning), Sumatera Utara (Kuala Tanjung) dan Sulawesi Utara (Bitung),” ucap dia.

    KIK merupakan proyek patungan antara pelaku industri Indonesia dan Singapura (PT Jababeka Tbk dan Sembcorp Development Inc.). Nilai investasi kawasan seluas 2700 hektar tersebut mencapai US$ 360 juta.

    Ia mengatakan hingga Januari 2018, KIK telah berhasil menarik 39 investor yang berasal dari Indonesia, Singapura, Malaysia, China dan Jepang dengan menyerap tenaga kerja lebih dari 1.950 orang. "Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di sektor industri furnitur, makanan, kemasan makanan, baja, label printing, dan boneka," ujar dia.

    Di samping upaya peningkatan investasi, Indonesia-Singapura juga menjalin sinergi dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi. “Contohnya, pembangunan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di KIK yang rencananya tahun ini menerima mahasiswa baru sebanyak 96 orang untuk tiga prodi,” kata Airlangga.

    Komitmen kerja sama di bidang pendidikan vokasi, juga terimplementasi melalui penandatanganan MoU antara Menperin RI dengan Menteri Pendidikan Singapura, Technical Arrangement (TA) antara Sekjen Kemenperin dengan Direktur Kampus Institute of Technical Education (ITE) Singapura, dan Collaborative Agreement antara Kapusdiklat Industri dengan ITE Education Services (ITEES)Singapura.

    “Langkah tersebut sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi untuk mendorong setiap kawasan industri baru dilengkapi dengan fasilitas pendidikan vokasi,” ujar dia.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Konsumsi Daging Secara Global, Australia Paling Banyak

    Menurut Data Food and Agriculture Organization of the United Nation, rata-rata orang Australia mengkonsumsi 116 kg daging selama setahun.