Tumbuh 64 Persen, BI: Transaksi Uang Elektronik Rp 11,5 T di 2017

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memperlihatkan e-money  di gerbang pintu tol Jagorawi Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (16/10/2017). Sebanyak 1,5 juta uang elektronik (e-money) akan dibagikan gratis mulai 16 Oktober hingga 31 Oktober 2017. Masyarakat cukup membayar saldonya saja. Pembebasan biaya kartu ini bertujuan untuk meningkatkan penetrasi pembayaran nontunai di gerbang tol sampai 100 persen. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    Petugas memperlihatkan e-money di gerbang pintu tol Jagorawi Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (16/10/2017). Sebanyak 1,5 juta uang elektronik (e-money) akan dibagikan gratis mulai 16 Oktober hingga 31 Oktober 2017. Masyarakat cukup membayar saldonya saja. Pembebasan biaya kartu ini bertujuan untuk meningkatkan penetrasi pembayaran nontunai di gerbang tol sampai 100 persen. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Popularitas uang elektronik sedang naik daun belakangan ini. Kemudahan penggunaan dan kewajiban penggunaan di sejumlah tempat membuat jumlahnya melonjak signifikan.

    "Berdasarkan Statistik Sistem Pembayaran Bank Indonesia, hingga Desember 2017 jumlah uang elektronik mencapai 90 juta instrumen," dikutip dari Bisnis,com, Sabtu 17 Februari 2018.

    Jumlah tersebut menurun dari posisi 113 juta pada November. Tetapi, jika dibandingkan dengan Desember 2016 yang sebanyak 51 juta, jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat.

    Simak: Uang Elektronik Langka di Banten, Ini Tanggapan Bank

    Dari sisi transaksi, nominal per Desember 2017 mencapai Rp11,5 triliun atau tumbuh 64% dibanding Desember 2016 yang senilai Rp7,06 triliun.

    Pertumbuhan tersebut meningkat dua kali lipat jika dibandingkan pertumbuhan dari 2015 ke 2016 yang sebesar 33,7%.

    Pertumbuhan pesat juga terlihat dari infrastruktur uang elektronik. Pada Desember 2016 jumlah mesin pembaca masih sebanyak 374.861 buah. Namun, pada akhir 2017 jumlahnya melonjak menjadi 691.331 buah.

    Beberapa faktor meningkatnya penggunaan uang elektronik di Indonesia adalah kewajiban pembayaran tol nontunai dan berkembangnya transportasi online.

    Saat ini terdapat 27 penerbit uang elektronik di Indonesia. Penerbitnya didominasi oleh bank dan perusahaan telekomunikasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.