Jelang Pilkada, Bisnis Percetakan Kaos Mulai Ramai Pesanan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu stan melayani kaos sablon bertuliskan nama pemesan dan logo Rakernas di pasar rakyat yang digelar pada Rakernas ke IV di Marina Convention Center, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 20 September 2014. TEMPO/Budi Purwanto

    Salah satu stan melayani kaos sablon bertuliskan nama pemesan dan logo Rakernas di pasar rakyat yang digelar pada Rakernas ke IV di Marina Convention Center, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 20 September 2014. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Memasuki musim Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 yang sebentar lagi serentak diadakan, rejeki akan mengalir ke bisnis usaha percetakan. Saat masa kampanye para peserta pilkada akan membagikan suvenir sebagai upaya promosi kepada masyarakat. Mulai dari memberikan kaos, kemeja, stiker, gantungan kunci, dan sebagainya.

    Salah satu usaha percetakan yang turut kecipratan rezeki jelang pilkada adalah Sinergi Adv Nusantara. Pemilik Sinergi Adv Nusantara, Prama Leksana menuturkan saat ini ia tengah mengurus pesanan yang mulai masuk. "Iya kalau jelang pilkada atau pemilu, banyak pesanan yang masuk," kata dia saat dihubungi, Sabtu, 17 Februari 2018.

    Simak: Mendagri Sebut Bisnis yang Tren Saat Pilkada

    Prama mengatakan, rata-rata suvenir yang dipesan adalah kaos, bendera, stiker, pin dan gantungan kunci. "Paling banyak itu yang dipesan," ujar dia. Sedangkan, diakui Prama untuk baliho dan spanduk cenderung sepi peminat.

    Namun ia menampik sepinya pesanan balliho dan spanduk dikarenakan beralihnya kampanye ke ranah media sosial. "Saya pikir bukan ya, mungkin lebih karena aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU)," ucap Prama.

    Ia pun mematok harga kaos sekitar Rp 8.000- Rp 9.500 untuk satuannya. Harga tersebut naik 30 persen dari harga sebelumnya yaitu Rp 6000-an. Biasanya, para peserta pilkada bisa memesan sampai minimal 10 ribu kaos. Untuk stiker, ia memasang harga Rp 500 - Rp 900 satuannya dan gantungan kunci ia hargai Rp 1.900 perbuahnya.

    Untuk bendera, dikenakan harga Rp 4.000 - Rp 5.000. Sedangkan bisnis kemeja, meski tidak seramai kaos, Prama menuturkan masih melayani pemesanan. "Masih ada yang pesan meski engga banyak, sekitar 100 buah lah," kata dia. Harga kemeja pun bervariatif. Mulai dari Rp 80 ribu sampai Rp 120 ribu, tergantung dari bahan kemeja dan banyaknya bordir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.