Impor Ponsel Turun, Menperin Yakin Branding Produk Nasional Kuat

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Kementerian Perdagangan Wahyu Hidayat melakukan sosialisasi tentang penjualan ponsel yang harus memenuhi syarat perlindungan konsumen kepada pedagang di Pusat perbelanjaan ITC Roxy, Jakarta, 30 Oktober 2017. Tempo/Tony Hartawan

    Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Kementerian Perdagangan Wahyu Hidayat melakukan sosialisasi tentang penjualan ponsel yang harus memenuhi syarat perlindungan konsumen kepada pedagang di Pusat perbelanjaan ITC Roxy, Jakarta, 30 Oktober 2017. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertumbuhan produksi di industri telepon seluler atau ponsel dalam negeri dinilai cukup pesat selama lima tahun terakhir.

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengemukakan meningkatnya produksi ponsel di Indonesia dikarenakan penciptaan iklim usaha yang kondusif. "Serta kebijakan hilirisasi dan pengoptimalan komponen lokal, sehingga lebih banyak memberi nilai tambah," kata dia dalam keterangan resmi, Sabtu, 17 Februari 2018.

    Kementerian Perindustrian mencatat, pada tahun 2013, impor ponsel mencapai 62 juta unit dengan nilai sebesar US$ 3 miliar. Sedangkan, produksi dalam negeri sekitar 105 ribu untuk dua merek lokal. Pemerintah pun mengeluarkan regulasi dengan tujuan dapat menekan produk impor dan mendorong produtivitas di dalam negeri.

    Simak: Pengguna Smartphone Akan Tembus 100 Juta, Kemenperin Siapkan Ini

    Hasilnya, pada 2014, impor ponsel turun dibanding tahun sebelumnya, menjadi 60 juta unit. Sementara itu, produksi ponsel dalam negeri tumbuh menjadi 5,7 juta unit. Kemudian, tahun 2015, produk impor merosot hingga 40 persen dari 2014 menjadi 37 juta unit dengan nilai US$ 2,3 miliar. Sedangkan, produksi ponsel di dalam negeri semakin meningkat sebesar 700 persen dari 2014, menjadi 50 juta unit untuk 23 merek lokal dan internasional.

    Di 2016, produk impor ponsel terus menurun sekitar 36 persen dari tahun sebelumnya, menjadi 18,5 juta unit dengan nilai US$ 775 juta. Untuk ponsel produksi dalam negeri meningkat sebesar 36 persen dari tahun 2015, menjadi 68 juta unit.

    Lalu, pada 2017, impor ponsel turun menjadi 11,4 juta unit, sedangkan produksi ponsel di dalam negeri 60,5 juta unit untuk 34 merek, sebelas di antaranya adalah merek lokal. 

    Kesebelas merek lokal tersebut, yaitu SPC, Evercoss, Elevate, Advan, Luna, Andromax, Polytron, Mito, Aldo, Axioo, dan Zyrex. Ia melihat produk nasional ini telah memiliki branding kuat untuk pangsa pasar menengah ke bawah maupun kelas menengah ke atas

    “Sebagai bangsa Indonesia, seharusnya kita patut bangga terhadap produk ponsel yang dihasilkan industri dalam negeri,” ujar Airlangga. Bahkan, semakin meningkatnya kemampuan daya saing ponsel nasional, akan menguatkan citra positif dan popularitas produk tersebut di mata konsumen domestik dan internasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.