Banyak Manfaat Disiplin Membayar Tagihan Kartu Kredit, Apa Saja?

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kartu kredit Visa. REUTERS/Maxim Zmeyev

    Ilustrasi kartu kredit Visa. REUTERS/Maxim Zmeyev

    TEMPO.CO, Jakarta - Financial Expert Universitas Prasetya Mulya Lukas Setia Atmaja mengatakan pemilik kartu kredit dapat mudah mengajukan dan mendapatkan pinjaman seperti KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Data kartu kredit akan menunjukkan kredibilitas keuangan pemilik. 

    "Ya bisa juga itu menjadi indikator bahwa seseorang itu punya kredibilitas keuangan," ujar Lukas saat dihubungi, Sabtu, 17 Februari 2018.

    Salah satu manfaat kartu kredit adalah bisa menjadi syarat pada saat pengajuan kredit tanpa agunan (KTA). Hampir semua bank menerapkan syarat ada kartu kredit bagi mereka yang hendak mendapatkan pinjaman KTA. Ketika seseorang memiliki kartu kredit, akan ada kewajiban membayar tagihan. Bank akan menilai pelaksanaan kewajiban itu untuk mengabulkan permohonan KTA.

    Simak: Ditjen Pajak Incar Data Nasabah Kartu Kredit

    Jika pengguna tersebut membayar tepat waktu, tidak membayar jumlah minimum atau menunggak, bisa dipastikan permohonan KTA bisa cair. Seperti namanya, fasilitas KTA diberikan tanpa agunan.

    Sebab, bank tidak akan sembarangan memberikan KTA ke orang-orang. Itu mengapa kepemilikan kartu kredit menjadi syarat. Karena itulah, Lukas melihat sebaiknya ketika seseorang ingin mempunyai kartu kredit dipastikan memiliki kemampuan finansial yang stabil.

    "Tapi ingat, ada hal-hal yang negatif juga dari kartu kredit," kata Lukas. Tak jarang, konsumen menjadi boros karena terlalu asyik dengan sistem 'beli barang dulu, beli kemudian' yang ada pada kartu kredit. Selain itu, Lukas mengingatkan bahwa kartu kredit digunakan hanya sebagai alat pembayaran saja.

    Ia pun menganjurkan supaya kartu kredit digunakan secara bijak agar tidak menimbulkan tunggakan yang besar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.