Astra Investasi ke Go-Jek , Ini 'Fasilitas Baru' untuk Driver ?

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ruang tamu kantor Pusat PT. Go-Jek Indonesia di daerah Blok M, Jakarta, 26 Januari 2018. Suasana kantor yang nyaman ini hampir mirip dengan kantor perusahaan multinasional Google. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Ruang tamu kantor Pusat PT. Go-Jek Indonesia di daerah Blok M, Jakarta, 26 Januari 2018. Suasana kantor yang nyaman ini hampir mirip dengan kantor perusahaan multinasional Google. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Modal segar yang diterima Go-Jek dari dua perusahaan, yakni PT Astra International Tbk dan PT Global Digital Niaga (GDN) diproyeksikan untuk pengembangan berbagai bisnis. Kepada perusahaan aplikasi layanan on-demand itu, Astra mengucurkan dana investasi hingga US$ 150 juta atau sekitar Rp 2 triliun. Adapun modal dari GDN diperkirakan berkisar Rp 1,5 triliun.

    Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai Go-Jek dan Astra akan terhubung lewat bisnis otomotif. Saat ini, Astra memiliki pangsa pasar 75 persen per tahun untuk sektor sepeda motor setiap tahunnya.

    "Jadi Astra bisa mendukung fasilitas kendaraan motor untuk pengemudi Go-Jek," kata Bhima pada Tempo, Jumat 16 Februari 2018. 

    Selain Astra, bisnis GDN yang membawahi toko online Blibli pun bisa didukung oleh Go-Jek yang memiliki fitur layanan pesan antar barang, seperti Go-Send maupun Go-Mart.

    Simak: Astra Internasional Suntik Rp 2 Triliun ke Go-Jek

    Chief Executive Officer GDN, Kusumo Martanto, mengatakan kolaborasi perusahaannya dengan Go-Jek membuka kesempatan bagi pelaku industri kecil dan menengah untuk terlibat dalam ekonomi digital. Dia tak menutup kemungkinan bahwa kedua pihak akan mengembangkan jasa logistik.

    "Bisa juga merchandising (giat dagang), dan kemungkinan untuk jangka panjang kami akan mengembangkan teknologi atau membangun produk bersama," katanya dalam keterangan resmi.

    Menurut Kusumo, Go-Jek mumpuni dalam mengembangkan aplikasi sesuai kebutuhan publik.

    Adapun Head of Investor Relation Division PT Astra International Tbk (ASII), Tira Ardianti, mengatakan pihaknya masih mengekplorasi bentuk kerjasama yang bisa dikembangkan dengan Go-Jek. Bisnis yang akan dikembangkan baru akan diumumkan setelah pasti.

    “Kami akan mengekplorasi berbagai potensi bisnis, antara lain dalam lingkup solusi otomotif dan mobilitas,” ujar Tira. “Ini kan baru dimulai kolaborasinya, jadi kami pelajari dan dalami dulu,” kata dia.

    Chief Executive Officer (CEO) Go-Jek Nadiem Makarim mengatakan modal yang didapat akan dialokasikan untuk layanan utama yang disediakan perusahaan. "Semua alokasi dan bujet kami sangat mengikuti besarnya market kami. Jadi terutama transportasi, makanan, logistik, dan payment," kata dia.

    Keempat jenis layanan tersebut, menurut Nadiem, membutuhkan dana terbesar. Ia pun memastikan penggunaan uang modal oleh Go-Jek tidak bergantung pada investor.

    Dengan Google yang sebelumnya telah mengucurkan modal hingga Rp 16 triliun pun, Go-Jek akan mengembangkan bisnis di bidang data. "Itu akan dieksplorasi dengan Google," ucap Nadiem.

    ANDITA RAHMA | FADIYAH | YOHANES PASKALIS PAE DALE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.