Menteri Luhut Yakin Indonesia Mampu Imbangi Ekonomi Cina

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan dalam Press Conference Rapat Kerja Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Januari 2018. (Andita Rahma)

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan dalam Press Conference Rapat Kerja Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Januari 2018. (Andita Rahma)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menilai bahwa Indonesia dapat menjadi pengimbang (counterweight) terhadap Cina. Sebab, kata dia, negara lain sudah menganggap Indonesia adalah satu-satunya kekuatan di kawasan yang mampu melakukan hal tersebut.

    "Indonesia adalah satu-satunya kekuatan di kawasan yang mampu menjadi counterweight terhadap Tiongkok, sekaligus mitra ekonomi yang saling menguntungkan bagi kedua pihak,” ujar Luhut saat acara Rapat Kerja Perwakilan RI Kementerian Luar Negeri Tahun 2018 dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Kamis, 15 Februari 2018.

    Simak: Ke Cina, Luhut Ungkit Keamanan Laut Cina Selatan

    Menurut Luhut, diplomat Indonesia harus dapat membina hubungan baik dan menerima investasi ekonomi dari negara mana pun. Dia mengatakan para diplomat Indonesia juga tak boleh terbebani dengan berbagai pertimbangan yang bertele-tele. "Kita sering tidak menyadari bahwa Indonesia adalah negara besar dan menjadi negara lima besar ekonominya di dunia pada 2030," katanya.

    Luhut menilai, Indonesia harus menjalankan politik luar negeri yang lebih ofensif. Hal itu juga dengan mengedepankan kepentingan negara di atas segalanya. "Para duta besar yang sedang dan akan menjalankan tugasnya pun harus menjelaskan kepada dunia, bahwa Indonesia adalah pemain penting dalam percaturan global, khususnya di kawasan Asia-Pasifik," ucapnya.

    Luhut mengatakan Indonesia juga dipandang penting untuk menjaga kestabilan dunia. Menurut dia, dalam hal ini Indonesia harus memainkan peranan pentingnya sebagai kekuatan poros maritim yang sungguh-sungguh. "Apalagi posisi silang Indonesia merupakan suatu kekuatan tersendiri," tuturnya.

    Luhut juga menambahkan bahwa kondisi Indonesia di mata dunia dinilai sangat baik. Sebab, kata dia, saat dia bepergian ke mana pun banyak yang berbicara dan mengapresiasi Indonesia. "Kemudian mereka juga masih banyak yang belum mengenal Indonesia secara jauh, di sinilah peran Anda (diplomat) semua dalam memberikan penjelasan kepada mereka," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.