Libur Imlek, Penumpang Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Melonjak

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan penumpang memadati di pintu keberangkatan Terminal Keberangkatan 1B di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, 23 Juni 2017. TEMPO/Fajar Januarta

    Puluhan penumpang memadati di pintu keberangkatan Terminal Keberangkatan 1B di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, 23 Juni 2017. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Tangerang - Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II, memperkirakan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengalami lonjakan pada libur Imlek 2018, yang bersamaan dengan libur panjang akhir pekan ini.

    "Tren penumpang pesawat diperkirakan naik 13,3 persen sedangkan pergerakan pesawat naik 9 persen selama libur Imlek tahun ini," ujar Senior Manager Of Branch Communication and Legal Soekarno-Hatta Airport Erwin Revianto, Jumat, 16 Februari 2018.

    Simak: Imlek 2018, 78 Ribu Mobil Diprediksi Melintasi Jakarta-Cikampek

    Selama libur Imlek dan akhir pekan ini, diperkirakan total penumpang yang melewati Bandara Soekarno-Hatta mencapai 936.911 penumpang dengan total pergerakan pesawat mencapai 6.624 pergerakan.

    Berdasarkan data penumpang dan pergerakan pesawat dan penumpang Imlek 2018 di Bandara Soekarno-Hatta, peningkatan penumpang dan pergerakan pesawat sudah terjadi sejak Kamis, 15 Februari 2018. Sepanjang hari kemarin jumlah penumpang naik 11 persen atau 1.353 penumpang dibandingkan hari normal 1.219 penumpang. Adapun pergerakan pesawat naik 9 persen atau 6.624 pergerakan dibandingkan hari biasa 6.079 pergerakan.

    Sedangkan jumlah penumpang pada Imlek hari ini mengalami kenaikan 5,3 persen atau 186.567 penumpang dibandingkan hari biasa 177.120 penumpang dengan gerakan pesawat mencapai 1.322 pergerakan.

    Erwin memperkirakan, peningkatan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat akan terus terjadi pada Sabtu hingga Senin mendatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.