Papua Barat Terima Bantuan 29 Ribu Lampu Listrik Tenaga Surya

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Daruba, Kabupaten Kepulauan Morotai, Maluku Utara, 5 April 2016. PLTS tersebut memanfaatkan energi matahari untuk menjadi energi listrik melalui photovoltaic module (green energy). ANTARA/Yudhi Mahatma

    Petugas menunjukkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Daruba, Kabupaten Kepulauan Morotai, Maluku Utara, 5 April 2016. PLTS tersebut memanfaatkan energi matahari untuk menjadi energi listrik melalui photovoltaic module (green energy). ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Barat, menerima 29.155 bantuan lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE). Pembagian lampu ini merupakan program strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

    "Ini merupakan pembagian lampu terbanyak di Indonesia sejak digalakkannya program praelektrifikasi pada 2017," ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi Rida Mulyana dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Jumat, 16 Februari 2018.

    Rida mengatakan lampu tenaga surya hingga saat ini yang telah terpasang di Kabupaten Lanny Jaya mencapai 19.531 unit. Dia menuturkan unit yang telah terpasang tersebut tersebar di 21 distrik. "Sisanya sebanyak 9.624 unit hanya tinggal dilakukan pemasangannya," ucapnya.

    Kepala Bagian Distribusi LTSHE Dinas Energi dan Sumer Daya Mineral Lanny Jaya Vincen Jigibalom berujar, 29 ribu lampu tenaga surya yang dibagikan memang ditujukan untuk 21 distrik di Kabupaten Lanny Jaya. Dia mengatakan beberapa distrik yang belum terpasang antara lain Milimbo, Malagai, dan Malagaineri. "Sisa untuk 18 distrik akan terus kami usahakan," ucapnya.

    Menurut Vincen, lampu tenaga surya yang belum terpasang di wilayah tertentu disebabkan oleh desa-desa di distrik itu berada pada zona merah. Selain itu, tutur dia, perjalanan lewat jalur darat untuk mencapai wilayah itu sulit. "Jadi dibagi untuk yang gampang dijangkau lebih dulu," ucapnya.

    Vincen mengatakan saat ini pemerintah tetap berkomunikasi dengan distrik-distrik yang sulit dijangkau tersebut. Dia berujar, jika sudah dapat dijangkau, pembagian lampu tenaga surya akan diteruskan. "Dan akan kami jalankan apa pun risikonya."

    Rida menuturkan, sambil menunggu jaringan transmisi PLN masuk, Kabupaten Lanny Jaya dapat mengedepankan energi baru dan terbarukan. Sebab, hal ini cocok di daerah pegunungan seperti di Lanny Jaya. "Ini potensi airnya banyak. Kalau punya kajian feasibility, silakan ajukan ke Pak Menteri ESDM (Ignasius Jonan). Beliau berpesan, untuk Papua, apa pun dikasih. Kalau mau, pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS)," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.