Kejahatan Skimming Kartu ATM, BRI Lakukan Hal Ini

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kartu kredit Gold dan Platium Bank Nusa Parahyangan (BNP) co-branding dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Kartu kredit Gold dan Platium Bank Nusa Parahyangan (BNP) co-branding dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Tindak kejahatan skimming berupa pencurian informasi kartu kredit atau debit (ATM) dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal kerapkali memakan korban.

    Untuk menghadapi tindak kejahatan tersebut, Corporate Secretary Bank Rakyat Indonesia Bambang Tribaroto mengimbau nasabah untuk segera melaporkan diri ke kantor cabang terdekat. Menurut Bambang, BRI telah mempercepat proses pengaduan korban skimming.

    "Khusus komplain karena skimming, penyelesaiannya kita percepat. Tidak boleh dari 5 hari," kata Bambang di gedung BRI, Jakarta, Kamis, 15 Februari 2018.

    Baca: Rekening Pastor di Sibolga Dibobol, Ini Respons BRI

    Bambang menjamin keluhan nasabah terkait kejahatan skimming diproses dengan segera. Jika nasabah mengadu ke kantor cabang terdekat, maka kantor cabang akan menetapkan status prioritas utama ke kantor pusat untuk segera diselesaikan. Hal ini ditempuh agar, nasabah yang membutuhkan kartu ATM baru bisa segera memenuhi kebutuhannya.

    "Kita memprosesnya cepat, karena kan kebutuhan nasabah menggunakan kartu ATM macam-macam, tidak lama-lama, untuk kepentingan nasabah juga," ucap dia.

    Bambang juga menekankan pentingnya edukasi terhadap para nasabah agar tak mudah terkena berbagai aksi kejahatan perbankan. Nasabah juga harus rutin mengganti nomor PIN secara berkala. "Karena kan modusnya itu mereka berusaha mendapatkan data kartu dan PIN kita dengan cara apapun yang sekarang teknologinya makin canggih," ujar Bambang.

    Selain itu, Bambang juga meminta agar nasabah berhati-hati terhadap lingkungan sekitar. Jika ada hal-hal yang mencurigakan, nasabah perlu melapor ke petugas keamanan bank, petugas layanan nasabah kantor cabang terdekat atau menghubungi contact center BRI.

    "Kita harus libatkan nasabah juga untuk aktif melaporkan jika ada hal-hal mencurigakan untuk mengantisipasi ini," kata dia.

    Selain itu, nasabah yang juga menjadi bisa memanfaatkan fasilitas mobile banking untuk memblokir kartu ATM. Di satu sisi, kata dia, BRI juga telah menyiapkan tim khusus yang mengawasi perilaku-perilaku mencurigakan.

    "Kita punya tim investigator juga, kayak cyber security yang bisa melacak setiap ada kejadian seperti ini," ucap Bambang dari BRI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.