Libur Imlek, Pertamina Tambah Pasokan Gas dan BBM di Kalbar

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas memeriksa perlengkapan satu unit truk tanki Agen BBM Industri Eceran Pertamina atau SPBU Keliling, saat peluncuran perdana di Terminal BBM Surabaya Group, Suplai dan Distribusi Regional III, Surabaya, Senin (9/7). ANTARA/Eric Ireng

    Seorang petugas memeriksa perlengkapan satu unit truk tanki Agen BBM Industri Eceran Pertamina atau SPBU Keliling, saat peluncuran perdana di Terminal BBM Surabaya Group, Suplai dan Distribusi Regional III, Surabaya, Senin (9/7). ANTARA/Eric Ireng

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertamina Wilayah Kalimantan Barat dan Tengah menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM) sebesar 20 persen untuk mengantisipasi peningkatan permintaan selama masa liburan Imlek dan Cap Go Meh di wilayah tersebut.

    Dengan penambahan stok serta pasokan BBM dan gas, masyarakat di Kalimantan Barat dan Tengah tidak perlu khawatir akan kesulitan dalam mendapatkannya.

    "Untuk BBM jenis premium ketahanan stoknya di Terminal BBM Siantan selama 16 hari, kemudian pertalite delapan hari, dan pertamax selama 28 hari, solar selama 19 hari, kemudian avtur selama 13 hari, serta gas selama 13 hari," kata Marketing Branch Manager Pertamina Kalimantan Barat dan Tengah, Teuku Johan Mifta, di Pontianak, Kamis, 15 Februari 2018.

    Baca juga: Libur Imlek 2018, BI Jawa Barat Siapkan Rp 9,58 Triliun

    Kemudian, lanjut Johan, setiap dua kali dalam seminggu akan selalu ada penambahan BBM dan gas menggunakan KM tanker sehingga stoknya aman. "Kami dapat pastikan stok dan pasokan BBM dan gas sepanjang Imlek dan Cap Go Meh di Kalimantan Barat aman. Selain itu kami juga membentuk satuan tugas untuk khusus melakukan pemantauan pasokan BBM dan gas kepada lembaga penyalur," katanya.

    Johan menambahkan, stok gas subsidi dan non subsidi juga dalam kondisi aman, yakni dengan ketahanan hingga 13 hari ke depan. "Selain itu, dari pemantauan tim di lapangan, seperti di Kota Singkawang, stok gas juga dalam kondisi aman," ujarnya.

    Baca juga: Libur Imlek, KBRI di Beijing Tutup Selama Tujuh Hari

    Dalam kesempatan itu, Johan menambahkan, fungsi satgas khusus yang dibentuk Pertamina tersebut, juga memantau pasokan dan stok BBM dan gas hingga di tingkat penyalur. "Mereka melaporkan kepada kami dua kali dalam sehari terkait hasil pantauan di lapangan sehingga bisa dengan cepat ditanggulangi kalau ada kekurangan apa lainnya di lapangan," katanya.

    Johan menyebutkan penambahan pasokan dan stok BBM dan gas tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat Kalimantan Barat yang merayakan Imlek dan Cap Go Meh 2018.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).