Jawa Barat Masuki Panen, Harga Beras Mulai Turun

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi beras. TEMPO/Asrul Firga Utama

    Ilustrasi beras. TEMPO/Asrul Firga Utama

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat Hendy Jatnika mengatakan Jawa Barat sudah memasuki musim panen padi. “Prediksi panen di Februari 2018 ini berdasarkan laporan daerah sekitar 126 ribu hektare. Itu setara 590 ribu ton beras,” katanya di Bandung, Rabu, 14 Februari 2018.

    Hendy menuturkan musim panen padi di Jawa Barat sudah dimulai pada Januari 2018. Saat itu, luas sawah yang panen menembus 90 ribu hektare. “Bulan Maret akan makin meningkat, sekitar 280 ribu hektare. Terus sampai menjelang kemarau di akhir bulan Juli,” ujarnya.

    Baca: Beras Impor Vietnam Akhirnya Dibongkar Setelah Tertahan 3 Hari

    Menurut Hendy, Jawa Barat mematok target panen hingga April 2018 menembus 600 ribu hektare sawah. Pada 2018, target luas tanam sawah di Jawa Barat ditargetkan menembus dua juta hektare.

    Hendy berujar harga penjualan gabah panen petani juga mulai turun bersamaan masuknya musim panen. “Kemarin harga lagi bagus-bagusnya. Sampai dengan akhir Januari-awal Februari, petani masih banyak menerima harga gabah kering panen Rp 5.200 per kilogram," ucapnya.

    Menurutnya, minggu ini ada kecenderungan turun karena makin banyak yang panen. Petani juga ingin cepat menjual karena tidak punya tempat menyimpan dan segala macam. Di Sukabumi, misalnya, petani sudah menerima harga Rp 4.200 per kg. Sudah turun,” tuturnya.

    Hendy mengatakan harga penjualan gabah kering panen umumnya sudah menyamai harga pembelian Badan Usaha Logistik (Bulog). “Informasi dari kementerian, Bulog bisa membeli dengan harga Rp 4.400,” katanya.

    Terkait dengan kabar impor beras oleh Bulog yang sudah tiba pekan ini di Indonesia, diharapkan hanya untuk memasok beras cadangan pemerintah agar tidak menekan harga gabah petani yang sudah masuk panen. “Mudah-mudahan impor itu bukan masuk pasar, tapi memenuhi stok Bulog,” ujar Hendy.

    Laporan perkembangan harga yang diperoleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat dari sejumlah kabupaten/kota mendapati harga beras mulai turun. Di Banjar, harga beras diperdagangkan Rp 11.500 per kg. Adapun di Kota Tasikmalaya, harga beras medium semua kualitas sudah turun Rp 500 menjadi sekitar Rp 10 ribu hingga Rp 12.500 per kg. Sedangkan harga di Kota Bandung rata-rata masih bertahan Rp 12.500 per kg.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.