Rayakan Imlek, 26 Persen Konsumen Lebih Suka Belanja Online

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat merayakan Imlek, ada beberapa tradisi yang biasa dilakukan, seperti pemberian angpao serta membeli barang-barang dan pakaian baru. Platform cashback belanja online, ShopBack, mencoba mencari tahu kebiasaan masyarakat Indonesia saat dan menjelang Imlek dengan melakukan survei.

    Shopback melakukan survei kepada lebih dari 1.100 responden berusia 18-28 tahun di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan dan Makassar. Berdasarkan hasil survei tersebut, hampir dua per tiga atau sebanyak 60,3 persen responden mengaku membeli perlengkapan Imlek di toko online.

    Baca juga: Libur Imlek 2018, BI Jawa Barat Siapkan Rp 9,58 Triliun

    "Belanja di toko online dianggap lebih efisien, murah, dan gampang tanpa harus keluar rumah, apalagi di tengah musim hujan saat ini," ujar Indra Yonathan, Co-Founder & Country Head of Shopback Indonesia dalam siaran pers pada Rabu, 14 Februari 2018.

    Indra menuturkan barang yang paling banyak dibeli di toko online meliputi baju, pernak-pernik imlek, makanan, peralatan rumah tangga, serta kosmetik.

    Sementara itu, berbelanja online pun menjadi kegiatan yang dipilih responden untuk dilakukan selama liburan Imlek tahun ini, dengan persentase sebesar 26 persen, pilihan kedua terbanyak setelah berkumpul bersama keluarga dengan persentase sebesar 67,8 persen.

    Menurut Indra, beberapa tahun belakangan ini semakin banyak masyarakat melakukan transaksi di toko online. Jika dibandingkan antara rata-rata uang yang dibelanjakan masyarakat khususnya untuk imlek di toko online dan offline tidak terlalu menunjukkan perbedaan yang signifikan.

    "Rata-rata keseluruhan responden menghabiskan hingga Rp 725 ribu di toko online dan Rp 890 ribu di toko offline untuk membeli kebutuhan Imlek," kata Indra.

    Indra menambahkan, 2 atau 3 tahun lalu masyarakat masih enggan untuk menghabiskan banyak uang untuk berbelanja online. Hal itu disebabkan tingkat kepercayaan serta keamanan dalam bertransaksi online masih terbilang rendah pada saat itu. Ia menyebutkan kenaikan nilai rata-rata transaksi yang dibukukan untuk merayakan Imlek saat ini menunjukkan kepercayaan masyarakat untuk belanja online semakin meningkat dibanding sebelumnya. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.