Libur Imlek, KBRI di Beijing Tutup Selama Tujuh Hari

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penari tradisional melakukan atraksi saat pembukaan pameran kuil untuk perayaan Tahun Baru Imlek di Ditan Park, juga dikenal sebagai Temple of Earth, di Beijing (30/1).  REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Penari tradisional melakukan atraksi saat pembukaan pameran kuil untuk perayaan Tahun Baru Imlek di Ditan Park, juga dikenal sebagai Temple of Earth, di Beijing (30/1). REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    TEMPO.CO, Jakarta - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing, Cina, tutup selama tujuh hari selama musim libur Tahun Baru Imlek, mulai hari ini, Kamis, 15 Februari 2018.

    "Kami mengikuti peraturan yang diberlakukan oleh pemerintah Tiongkok mengenai libur Imlek," kata Kuasa Usaha Ad-Interim KBRI Beijing, Listyowati.

    Meskipun tutup, KBRI yang berlokasi di Jalan Raya Dongzhimen Wai No 4 tersebut tetap memberikan pelayanan kekonsuleran selama 24 jam. Pelayanan kekonsuleran itu diberikan jika sewaktu-waktu ada kasus luar biasa yang dialami oleh warga negara Indonesia (WNI) di Cina.

    Baca juga: Libur Imlek 2018, BI Jawa Barat Siapkan Rp 9,58 Triliun

    KBRI Beijing akan kembali beroperasi pada Kamis, 22 Februari 2018, sama seperti perkantoran lainnya di Cina.

    Untuk mahasiswa perguruan tinggi dan siswa sekolah negeri dan swasta di Cina sudah libur sejak pertengahan Januari lalu, dan baru masuk pada 1 Maret 2018. Sementara itu, sekolah internasional jadwal liburnya mengikuti jadwal perkantoran dan kedutaan.

    Pemerintah Cina telah memperkirakan warganya melakukan 2,98 miliar perjalanan saat menjelang dan sesudah Imlek yang berlangsung pada 1 Februari hingga 12 Maret 2018 yang biasa disebut Chunyun.

    Selain perjalanan dalam negeri, warga Cina juga mengisi waktu libur perayaan Imlek dengan berwisata ke berbagai negara.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.