Aksi Beli Akan Bertahan, IHSG Diprediksi Menguat

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada Kamis, 15 Februari 2018, diprediksi akan menguat. Analis Binaartha Parama Sekuritas, Reza Priyambada, mengatakan aksi beli investor diprediksi masih akan bertahan hari ini.

    "Kenaikan IHSG akan didukung menguatnya sejumlah indeks saham global. Namun kenaikan ini kembali harus diuji ketahanannya untuk membuat kenaikan lanjutan," kata Reza dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis.

    Pada perdagangan sebelumnya, IHSG tercatat menguat 16,22 poin atau 0,25 persen poin di level 6.594,40. Penguatan ini tercatat berada di atas kenaikan sebelumnya yang menguat 54,72 poin atau 0,84 persen. Pada perdagangan kemarin, IHSG juga mencatatkan penguatan selama tiga hari berturut-turut sejak 12 Februari 2018.

    Reza memprediksi pergerakan IHSG hari ini mampu melampaui area resisten 6.536-6.548. Diperkirakan IHSG akan berada di kisaran level support 6.569-6.581 dan level resisten 6.624-6.639.

    Penguatan IHSG pada perdagangan kemarin ditopang oleh menguatnya saham-saham di industri dasar, aneka industri, manufaktur, dan lain-lain. Di sisi lain, mulai berbalik naiknya rupiah turut memberikan sentimen positif.

    Reza berharap aksi beli ini masih dapat berlanjut sehingga kenaikan dapat bertahan. "Tetap waspadai masih adanya aksi-aksi profit taking yang dapat membuat IHSG tertahan kenaikannya," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.