Naik 0,25 Persen, IHSG Lanjutkan Penguatan 3 Hari Berturut-turut

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses melanjutkan penguatannya pada akhir perdagangan hari ini, Rabu, 14 Februari 2018, yang juga merupakan penguatan di hari ketiga berturut-turut.

    IHSG ditutup menguat 0,25 persen atau 16,22 poin di level 6.594,40, setelah dibuka di zona merah dengan penurunan 0,02 persen atau 1,07 poin di level 6.577,11. Pada perdagangan Selasa, 13 Februari 2018, IHSG berakhir menguat 0,84 persen atau 54,72 poin di level 6.578,18.

    Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran level 6.572,50–6.599,31. Dari 571 saham yang diperdagangkan hari ini di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 198 saham menguat, 146 saham melemah, dan 227 saham stagnan.

    Baca juga: Rilis Penjualan Mobil Diprediksi Dongkrak Penguatan IHSG Hari Ini

    Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, dipimpin sektor industri dasar (+1,25 persen) dan aneka industri (+1,13 persen). Adapun sektor finansial dan sektor perdagangan masing-masing turun 0,20 persen dan 0,01 persen.

    Saham-saham pendorong IHSG:

    ASII +1,21 persen

    HMSP +0,62 persen

    PGAS +5,93 persen

    SMGR +3,09 persen

    Saham-saham penekan IHSG:

    UNVR -0,77 persen

    BBRI -0,52 persen

    BBCA -0,42 persen

    LPPF -2,81 persen

    Sebelumnya, IHSG pada perdagangan hari ini diprediksi akan menguat. Analis Binaartha Parama Sekuritas, Reza Priyambada, mengatakan mulai adanya aksi beli menyebabkan pergerakan IHSG mampu berbalik naik.

    "Diharapkan aksi beli ini masih dapat berlanjut sehingga kenaikan ini dapat bertahan," kata Reza, dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Rabu, 14 Februari 2018.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.