Valentine, Visa Catat Belanja Bunga di Filipina Naik 9 Kali Lipat

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjual menunjukkan koleksi coklat berbentuk karangan bunga di gerai miliknya di salah Satu Mall Kota Palembang, 12 Februari 2018. Pernik valentine berupa coklat berbagai bentuk paling dicari pembeli untuk merayakan Hari Kasih Sayang. ANTARA/Feny Selly

    Penjual menunjukkan koleksi coklat berbentuk karangan bunga di gerai miliknya di salah Satu Mall Kota Palembang, 12 Februari 2018. Pernik valentine berupa coklat berbagai bentuk paling dicari pembeli untuk merayakan Hari Kasih Sayang. ANTARA/Feny Selly

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan penyedia teknologi pembayaran global, Visa, menyebutkan tren belanja bunga sebagai simbol kasih sayang di hari Valentine di kawasan Asia Pasifik masih sangat populer. Hal tersebut terlihat dari data volume pembayaran Visa tahun lalu yang menunjukkan nilai pembelanjaan untuk bunga yang meningkat sebesar 107 persen dibanding hari-hari biasa.

    Di antara negara-negara di kawasan ini, Filipina terlihat paling menggemari bunga di hari Valentine dimana jumlah pembelanjaan pada kategori ini meningkat 9 kali lipat melampaui rata-rata setiap harinya atau mencapai 955 persen. "Dengan nilai belanja US$ 63 atau sekitar Rp 763 ribu atau naik 31 persen dibanding hari-hari biasanya," ujar Ellyana Fuad, Presiden Direktur Visa Worldwide di Indonesia, Rabu, 14 Februari 2018.

    Baca: Hari Valentine, Visa: Belanja Perhiasan Melonjak 31 Persen

    Visa juga mencatat Sri Lanka dan Thailand berada di peringkat kedua dan ketiga pada kategori ini, dengan peningkatan sebesar 334 persen dan 190 persen berturut-turut. Sedangkan Hong Kong dan Makau memiliki pengeluaran tertinggi per transaksi pada kategori ini yaitu US$ 119 atau sekitar Rp 1,442 juta.

    Lain lagi dengan orang Malaysia, yang cenderung mengekspresikan kasih sayang mereka dengan menyiapkan makan malam romantis di restoran dilengkapi dengan pemberian bunga di hari Valentine. Pada kategori ini, orang Malaysia mengalami peningkatan sebesar 78 persen dari total pengeluaran mereka rata-rata mereka, atau senilai US$ 87 atau sekitar Rp 1,05 juta. Sementara itu, orang Makau dan Singapura hanya mengalami peningkatan sebesar 29 persen dan 26 persen dalam berbelanja selama hari Valentine. 

    Khusus di Indonesia, Visa menyebutkan perhiasan dan makan malam romantis merupakan jenis belanjaan yang dipilih mayoritas orang untuk merayakan hari Valentine. Data volume pembayaran Visa tahun lalu menunjukkan ada lonjakan belanja di toko perhiasan hingga 31 persen oleh pemegang kartu pembayaran itu di Indonesia. 

    Kenaikan belanja di toko perhiasan itu terjadi selama hari Valentine dengan periode 11 sampai 16 Februari  2017. "Yaitu rata-rata sekitar US$ 470 atau sekitar Rp 5,7 juta," ujar Ellyana. 

    Selain perhiasan, menurut Ellyana, Visa mencatat kenaikan belanja berupa makan malam romantis di restoran juga merupakan hal yang disenangi orang Indonesia untuk merayakan hari Valentine. "Mereka (pemegang kartu Visa di Indonesia) menghabiskan 16 persen lebih banyak untuk makan di restoran jika dibandingkan dengan hari biasa, dengan total transaksi rata-rata US$ 48 atau sekitar Rp 582 ribu," katanya.

    Hal menarik lainnya dari data yang dirilis Visa adalah cokelat dan bunga tidak lagi menjadi pilihan yang digemari sebagai hadiah Valentine. "Hal ini dilihat dari adanya penurunan tingkat pembelian sebesar 14 persen untuk pembelian coklat dan 26 persen untuk pembelian bunga dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Ellyana.

     

    SWA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.