Minggu, 27 Mei 2018

Waskita Karya Targetkan 564 Km Jalan Tol Beroperasi di Semester I

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua truk melintas di jalan tol Purbaleunyi di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (30/12/2017). Menteri Perhubungan Budi Karya menilai perjalanan darat Jakarta-Bandung tak nyaman dan aman lagi karena banyak truk bermuatan melebihi aturan sehingga mengganggu perjalanan. Foto Antara

    Dua truk melintas di jalan tol Purbaleunyi di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (30/12/2017). Menteri Perhubungan Budi Karya menilai perjalanan darat Jakarta-Bandung tak nyaman dan aman lagi karena banyak truk bermuatan melebihi aturan sehingga mengganggu perjalanan. Foto Antara

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Waskita Karya (Persero) Tbk menargetkan 564 kilometer jalan tol dapat beroperasi pada semester I 2018. Saat ini Waskita Karya baik sebagai investor dan kontraktor, telah memiliki 1.315 kilometer jalan tol yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera.

    "Sisanya diharapkan akan beroperasi pada semester II 2018 dan tahun 2019," kata Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq melalui keterangan tertulis pada Selasa, 13 Februari 2018.

    Pembangunan jalan tol merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang ditugaskan kepada emiten berkode WSKT ini. Choliq optimistis proyek strategis nasional itu dapat rampung sesuai jadwal.

    "Masih sesuai schedule dengan lebih memperhatikan aspek safety, mutu, dan keselamatan kerja," kata Choliq.

    Proyek strategis nasional lainnya yang dikerjakan Waskita Karya yakni pembangunan Transisi Sumatera 500 kV sepanjang 395 kilometer yang terbentang dari New Aur Duri sampai Peranap. Proyek ini mulai dikerjakan pada 2018 dan ditargetkan selesai tahun 2019. Adapun nilai kontrak proyek ini yakni Rp 6,1 triliun.

    "Progres konstruksi pembangunan pada saat ini adalah 49,7 persen untuk paket I dan 47,5 persen untuk paket II," kata Choliq.

    Proyek strategis berikutnya adalah light rail transit (LRT) Sumatera Selatan. Proyek bernilai kontrak Rp 10,9 triliun ini ditargetkan dapat beroperasi sebelum penyelenggaraan Asian Games 2018.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Merapi Kembali Menunjukkan Tanda-Tanda Letusan Magmatis Pada 2018

    Merapi merupakan salah satu gunung paling aktif di Indonesia, ini rekaman sejarah erupsi Merapi menurut Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral.