Jonan Resmikan Pembangkit Listrik Mikro Hidro di Papua Barat

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Ignasius Jonan meninjau Pusat Pengaturan Beban Jawa-Bali di Gandul, Cinere, Depok, untuk memastikan kesiapan pasokan listrik menjelang lebaran, 15 Juni 2017. TEMPO/Imam Hamdi

    Menteri ESDM Ignasius Jonan meninjau Pusat Pengaturan Beban Jawa-Bali di Gandul, Cinere, Depok, untuk memastikan kesiapan pasokan listrik menjelang lebaran, 15 Juni 2017. TEMPO/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Tambrauw - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) berkapasitas 2x800 kilowatt (KW) di daerah Warabiyai, Papua Barat, hari ini. "Semoga mampu menjadikan elektrifikasi Provinsi Papua Barat semakin meningkat dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dengan adanya pembangkit ini," kata Jonan di Tambrauw, Rabu, 14 Februari 2018.

    Jonan menjelaskan dengan adanya pembangkit tersebut setidaknya bisa menerangi sebanyak 2.500 hingga 3.000 rumah dengan lampu sederhana. Ia juga menargetkan elektrifikasi untuk Papua Barat hingga mencapai lebih dari 85 persen pada 2019.

    Baca: Jonan: Program BBM Satu Harga Terealisasi 100 Persen

    Sedangkan untuk Papua secara keseluruhan, kata Jonan, elektrifikasi ditargetkan mencapai lebih dari 85 persen pada 2019. "Memang masih kurang saat ini, mengingat kondisinya masih susah dijangkau," katanya.

    PLTMH Warabiyai dibangun atas menggunakan dana dari pemerintah kabupaten. Sebelumnya, Jonan juga meresmikan bandar udara (bandara) Tambrauw Provinsi Papua Barat.

    Jonan mendarat di bandara Tambrauw, Papua Barat dengan menggunakan pesawat perintis berbaling-baling tunggal disambut Bupati Tambrauw Gabriel Asem. Bandara tersebut merupakan peninggalan perang dunia ke II. Panjang landasan tersebut 1.400 meter, sedangkan lebarnya 30 meter.

    Bandara tersebut diharapkan Jonan dapat beroperasi secara komersial yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat sekitar. "Harapan saya bandara ini tidak hanya untuk pesawat perintis sewaan, tapi paling tidak sehari bisa satu kali penerbangan dengan jurusan yang disesuaikan, karena manfaatnya akan langsung sampai pada masyarakat," katanya.

    Lebih jauh Jonan juga mengapresiasi langkah pemerintah Kabupaten yang menggunakan dana APBD dalam membangun bandara tersebut. Bangunan serta konstruksi landasan juga dinilai telah memenuhi standard kelayakan. "Saat saya mendarat juga halus, landasan rata jadi saya kira juga bisa untuk lebih dari pesawat perintis," tuturnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara