Pergerakan Rupiah Diramalkan Masih Tertahan Permintaan Euro

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Uang dolar/Rupiah/Penukaran uang. TEMPO/Imam Sukamto

    Ilustrasi Uang dolar/Rupiah/Penukaran uang. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Laju kenaikan rupiah hari ini diprediksi masih akan tertahan. Analis Binaartha Parama Sekuritas, Reza Priyambada, memprediksi pergerakan rupiah masih akan tertahan kenaikannya.

    "Rupiah diperkirakan cenderung di bawah target resisten 13.642 per dolar Amerika Serikat," kata Reza, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, 14 Februari 2018.

    Reza mengatakan, pada perdagangan sebelumnya, tercatat euro mampu berbalik melaju naik seiring dengan meredanya kenaikan dolar Amerika. Hal ini membuat pergerakan rupiah cenderung masih tertahan karena pelaku pasar memanfaatkan momentum untuk masuk ke euro.

    Meski ada pernyataan positif dari Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, yang menyebutkan potensi pertumbuhan serta kondisi pasar domestik menjadi alasan investor asing berminat masuk ke Indonesia, hal tersebut tampaknya tidak cukup kuat mengangkat rupiah.

    Rupiah hari ini diperkirakan akan bergerak pada kisaran support 13.662 dan resisten 13.642. Selain itu, diharapkan pelemahan terhadap rupiah dapat lebih terbatas. "Meski demikian, tetap waspadai berbagai sentimen yang dapat memicu pelemahan kembali," kata Reza.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.