Selasa, 21 Agustus 2018

PUPR Targetkan Empat Proyek Infrastruktur Ini Rampung Tahun 2019

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja membangun tiang underpass di lokasi megaproyek infrastruktur jalan tol Trans Jawa ruas Solo-Ngawi-Kertosono di Ngawi, Jawa Timur, 17 April 2016. ANTARA FOTO

    Sejumlah pekerja membangun tiang underpass di lokasi megaproyek infrastruktur jalan tol Trans Jawa ruas Solo-Ngawi-Kertosono di Ngawi, Jawa Timur, 17 April 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) targetkan empat program pembangunan infrastruktur akan selesai pada 2019. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan tiga program tersebut adalah pembangunan pada bidang sumber daya air, bidang infrastruktur jalan (konektivitas) dan cipta karya serta perumahan.

    "Pada 2019 tidak lagi beorientasi untuk memulai pekerjaan baru yang sifatnya kontrak tahun jamak, tapi fokus untuk menyelesaikan proyek infrastruktur, sehingga tidak ada yang mangkrak di tengah jalan," kata Basuki seperti dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, 13 Februari 2018.

    Simak: 5 Strategi Kementerian PUPR Percepat Proyek Infrastruktur

    Basuki mengatakan untuk mendukung keempat program tersebut Kementerian akan melakukan tiga pokok kebijakan belanja infrastruktur. Pertama, Kementerian menargetkan besaran belanja barang operasional sama dengan realisasi tahun 2017 atau pagu 2018 apabila lebih rendah.

    "Misalnya, Kementerian akan melakukan seleksi ketat terhadap belanja barang yang akan hibahkan kepada pemerintah daerah dan masyarakat," kata Basuki.

    Kedua, Kementerian akan meningkatkan belanja modal yang produktif untuk membiayai proyek prioritas. Misalnya, Kementerian akan mendorong belanja modal yang bisa meningkatkan kapasitas produksi dan konektivitas. Ketiga, realokasi belanja barang menjadi belanja produktif termasuk menambah volume output kegiatan dari proyek prioritas.

    Adapun, proyek infrastruktur prioritas di bidang sumber daya air misalnya, pembangunan 46 bendungan baru atau lanjutan yang telah dikerjakan sebelumnya, pembangunan sarana dan prasarana pengendali banjir sepanjang 200 km, pembangunan jaringan irigasi baru seluas 40 ribu hektar, pembangunan 54 embung, pembangunan 31 pengendali lahar/sedimen, dan pembangunan serta peningkatan sarana dan prasarana pengamanan pantai sepanjang 22 km.

    Kemudian pada proyek insfrastruktur jalan, ditargetkan pada 2019 pembangunan jalan mencapai 1.120 km,  pembangunan jembatan mencapai 10.029 meter (belum termasuk jembatan gantung), pembangunan flyover/underpass/terowongan mencapai 1.467 meter dan pembangunan jalan tol mencapai 670 km.

    Sementara di bidang cipta karya ditargetkan bisa terbangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan kapasitas total 5.700 liter/detik, pengolahan air limbah untuk 603.863 kepala keluarga (KK), pelayanan sistem persampahan untuk 1.960.686 KK, dan penataan kawasan kumuh 2.564 hektar. Terakhir di bidang perumahan ditargetkan hingga 2019 terbangun 13.500 unit rumah susun, 250 ribu unit rumah swadaya, 5.000 unit rumah khusus dan dukungan prasarana sarana utilitas (PSU) bagi 30 ribu unit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.