XL Axiata Targetkan Bangun 12 Ribu Jaringan BTS di Luar Jawa

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo PT XL Axiata (XL), Jakarta, 2 Mei 2011. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Logo PT XL Axiata (XL), Jakarta, 2 Mei 2011. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta -PT XL Axiata Tbk. (XL Axiata) menargetkan akan membangun sebanyak 10 ribu hingga 12 ribu menara Base Transceiver Station atau BTS untuk memperluas jaringan di Indonesia. Ditektur Teknologi XL Axiata, Yessie D. Yosetya mengatakan dari total jumlah BTS tersebut, sebesar 25 persen akan dibangun khusus untuk jaringan 4,5 G.

    "Pembangunan ini akan menjangkau 415, atau bertambah 55 kabupaten/kota dibandingkan tahun sebelumnya. Pembangunan akan fokus di luar Jawa, seperti di Sumatera, Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur," kata Yessie dalam acara lauching pembangunan jaringan XL Axiata di Kemang, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Februari 2018.

    Pada 2017, XL Axiata telah menjangkau 360 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini ditopang oleh lebih dari 17.000 BTS 4G dan hampir 46.000 BTS 3G. Tercatat dari total BTS yang dibangun sepanjang 2017, 60 persen di antaranya berada di luar Jawa.

    Yessie mengatakan, penambahan BTS dilakukan sebab ada sebanyak 72 persen pelanggan XL Axiata telah menggunakan smartphone. Apalagi sebanyak 69 persen pendapatan XL Axiata disumbang dari penyedian layanan jasa internet dan paket data.

    "Dalam dua tahun terakhir, dengan semakin meningkatnya kualitas koneksi, traffic data secara terus-menerus meningkat sangat signifikan," kata Yessie.

    Yessie juga berujar, XL Axiata juga tengah menyiapkan membangun jaringan fiber optik, sekitar 2000-3000 kilometer untuk mempercepat jaringan dan kualitas layanan data. Selain itu, kata Yessie, XL Axiata akan mengalokasikan 90 persen anggaran belanja modal (capital expenditure) tahun 2018 yang sebesar sekitar Rp 7 triliun untuk pengembangan teknologi jaringan terbaru & IT.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.