Kementerian Perhubungan Evaluasi 23 Proyek Kereta Api

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rangka crane double-double track rel kereta api yang ambruk di Jalan Permata, Jatinegara, Jakarta Timur, belum dibenahi, Senin, 5 Februari 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Rangka crane double-double track rel kereta api yang ambruk di Jalan Permata, Jatinegara, Jakarta Timur, belum dibenahi, Senin, 5 Februari 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta -Kementerian Perhubungan mengevaluasi proyek strategis nasional di bidang transportasi termasuk kereta api. Dirjen Perkeretaapian Zulfikri mengatakan dari 23 proyek PSN, 13 diantaranya mulai beroperasi pada tahun ini.

    "Ini sedang kami evaluasi, yang jelas tahun ini 13 diantaranya siap kami operasikan," kata Zulfikri, Selasa, 13 Februari 2018.

    Zulfikri mengatakan umumnya yang belum ada progres merupakan hasil skema kerja sama pemerintah dan badan usaha. "Kendalanya macam-macam. Mereka kan dulu mengandalkan batu bara, kebanyakan di Kaltim, Kalteng dan Sumsel. Jadi begitu harga batu bara itu naik mereka (kembali) menghitung."

    Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan 23 proyek kereta api yang masuk dalam proyek strategis nasional masih terus berjalan. Budi mengatakan untuk proyek kereta api di Kalimantan memang masih belum dimulai. Ini karena pihak swasta meminta jaminan dari pemerintah.

    "Jangan bilang mangkrak, itu yang di Kalimantan belum dimulai. Karena apa? proyek yang tadinya swasta b to b mereka minta jaminan pemerintah. Kan nggak boleh kalau b to b itu. Jadi nggak ada yang mangkrak. Ini kami serahkan ke mereka (swasta)."

    Pada Januari lalu, Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa PT. Kereta Api Indonesia (Persero) siap mengoperasikan 13 proyek pada tahun ini. Sebanyak 13 proyek tersebut yaitu di wilayah Sumatera, tepatnya Maret 2018, akan dioperasikan KA Bandara Internasional Minangkabau, Sumatera Barat sepanjang ± 26 Km dan jalur ganda KA lintas Prabumulih – Kertapati, Sumatera Selatan sepanjang ±85 Km.

    Kemudian dilanjutkan dengan pengoperasian Jalur Ganda KA lintas Martapura – Baturaja, Sumatera Selatan sepanjang ±32 Km di bulan April 2018.

    Pada rentang waktu Juni sampai September, KAI juga akan mengoperasikan dua proyek LRT yakni LRT Sumatera Selatan sepanjang ±23,4 Km dan LRT DKI Jakarta (Jakpro) sepanjang ±5,8 Km.

    Lebih lanjut, dalam rangka mendukung KEK Sei Mangkei di Sumatera Utara, jalur KA menuju pelabuhan pada lintas Bandar Tinggi – Kuala Tanjung sepanjang ±21,5 Km juga akan siap dioperasikan.

    Sementara itu, untuk wilayah Jabodebek, dalam rangka mendukung pengoperasian DDT lintas Manggarai – Cikarang akan dioperasikan 5 Stasiun baru pada September 2018 yakni Stasiun Kranji, Stasiun Cakung, Stasiun Klender, Stasiun Klender Baru dan Stasiun Buaran. Selain itu, juga turut dioperasikan Dipo Kereta Api Cipinang.

    Untuk wilayah Sulawesi, pemerintah berencana menngoperasikan dioperasikan Jalur KA segmen Barru – Palanro sepanjang ±44 Km. Hal ini menjadi momen yang bersejarah, karena setelah sekian lama dinantikan, pada Oktober 2018, angkutan Kereta Api akan kembali beroperasi di wilayah Sulawesi.

    Pada November hingga Desember mendatang, KAI akan mengoperasikan Jalur Ganda KA lintas Selatan Jawa secara parsial/persegmen. Dalam hal ini, segmen yang akan dioperasikan pada tahap awal, yaitu segmen Madiun – Jombang, Jawa Timur sepanjang ±84 Km dan segmen Solo - Kedungbanteng, Jawa Tengah sepanjang ±42 Km.

    KA Bandara Adi Soemarmo sepanjang ±13,5 Km. Dan terakhir untuk wilayah Jawa, tepatnya di Provinsi Banten, dan jalur ganda kereta api segmen Maja – Rangkasbitung sepanjang ±17 Km.

    Untuk Provinsi Sumatera Utara, akan siap dioperasikan Jalur KA layang (elevated track) lintas Medan – Bandar Khalifah sepanjang ±10 Km, serta pengoperasian Jalur KA pada lintas Binjai – Besitang sepanjang ±80 Km.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.