Kota Bandung Macet, Ridwan Kamil Ajak Wisatawan Tak Pakai Mobil

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan memadati Taman Sejarah di area Balai Kota Bandung, 2 Juli 2017. Warga dan wisatawan luar kota menghabiskan akhir libur lebaran dengan mendatangi taman kota dan ruang terbuka hijau yang mudah diakses dan gratis. TEMPO/Prima Mulia

    Wisatawan memadati Taman Sejarah di area Balai Kota Bandung, 2 Juli 2017. Warga dan wisatawan luar kota menghabiskan akhir libur lebaran dengan mendatangi taman kota dan ruang terbuka hijau yang mudah diakses dan gratis. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengajak wisatawan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, seperti mobil dan sepeda motor, saat berkunjung ke Kota Kembang tersebut.

    "Nah, harapan kami para wisatawan atau warga yang berinteraksi, kurangilah naik mobil dan motor karena pedestriannya sudah dibereskan," ujar Ridwan Kamil di Bandung, Selasa, 13 Februari 2018.

    Pria yang akrab disapa Emil tersebut mengatakan Bandung mempunyai banyak bangunan bersejarah. Karena itu, dia mengajak wisatawan menikmatinya dengan berjalan kaki.

    "Sehingga kota ini akan lestari sebagai kota wisata tanpa terlalu banyak kemacetan," katanya.

    Ridwan Kamil memberi tiga cara menikmati suasana Kota Bandung, yakni berjalan kaki, bersepeda, dan menggunakan kendaraan umum.

    Dia mengatakan trotoar di pusat kota tua telah diperlebar dan diperbaiki sehingga mendukung untuk jalan kaki.

    "Berjalan kaki di trotoar yang sudah lebar dan banyak kursi seperti yang pernah saya lakukan bersama istri saya, jalan dari Pendopo ke Simpang," katanya.

    Dengan sepeda, banyak spot atau area yang bisa dikunjungi dan tidak boleh dilewatkan. Pemerintah juga telah menyiapkan penyewaan sepeda di pusat-pusat kota.

    Terakhir, dengan menyewa transportasi massal Bandung Tour on Bus (Bandros). Saat ini terdapat 18 unit yang siap melayani wisatawan berkeliling ke sejumlah tempat.

    "Ketiga, naik Bandros kalau jalannya agak jauh tapi masih di pusat atau wilayah kota lama atau kota heritage. Itu sebenarnya tujuannya," ucapnya.

    Apalagi ketika Kereta Metro Kapsul sudah selesai dibangun, semua transportasi massal akan terintegrasi dan berujung pada upaya mengurangi kemacetan di Kota Bandung. “Jadi, kalau suatu hari semua sudah berhimpun menjadi sistem, itulah warisan bagaimana kota ini maju, kotanya bahagia dengan sistem transportasi yang modern dan nyaman," kata Ridwan Kamil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.