Jokowi Minta Perizinan di Industri Keuangan Disederhanakan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kanan) bersama Ratu Maxima melakukan 'Veranda Talk'  di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Februari 2018. Ratu Maxima melakukan kunjungan selama tiga hari ke Indonesia. AP/Dita Alangkara

    Presiden Jokowi (kanan) bersama Ratu Maxima melakukan 'Veranda Talk' di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Februari 2018. Ratu Maxima melakukan kunjungan selama tiga hari ke Indonesia. AP/Dita Alangkara

    TEMPO.CO, Jakarta -  Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta sistem dan perizinan di industri keuangan Indonesia bisa disederhanakan, khususnya yang terkait dengan upaya memperluas keuangan inklusif. Hal ini disampaikan Jokowi usai menemui utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Secretary General's Special Advocate/UNSGA) untuk inklusi keuangan Ratu Maxima.

    "Tadi saya sudah diskusi panjang dengan beliau, kami harapkan dua hal tadi segera cepat kita selesaikan," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 13 Januari 2018.

    Baca: Ratu Maxima Bertemu Jokowi hingga Mampir ke Kantor Go-Jek

    Dalam pengembangan keuangan inklusif, kata Jokowi, memang yang paling penting adalah penyederhanaan sistem dan izin. "Dua hal ini kalau kita bisa selesaikan akan mempercepat inklusi keuangan kita. Kalau belum bisa, ya majunya tidak akan sepesat yang kita inginkan," tuturnya.

    Ratu Maxima sempat memuji perkembangan inklusi keuangan di Indonesia. Menurut dia, dibandingkan kunjungan terakhirnya ke Indonesia 18 bulan lalu, pemerintah saat ini telah banyak membuat kebijakan di keuangan inklusif. "Saya senang untuk mengatakan Indonesia telah membuat banyak kemajuan dalam isu ini," ucapnya.

    Dalam kesempatan itu pula, Ratu Maxima mengapresiasi langkah  pemerintah Indonesia terkait keuangan inklusif. Menurut dia, dibandingkan kunjungan terakhirnya ke Indonesia 18 bulan lalu, pemerintah saat ini telah banyak membuat kebijakan di keuangan inklusif. "Saya senang untuk mengatakan Indonesia telah membuat banyak kemajuan dalam isu ini," ucapnya.

    Namun Ratu Maxima mengingatkan Indonesia masih banyak memiliki pekerjaan rumah terkait keuangan inklusif. Ia menjelaskan masih banyak masyarakat di pedesaan yang belum bisa mengakses bank dan layanan finansial lainnya. "Khususnya mereka yang bergerak di sektor pertanian," tuturnya.

    Kepada Presiden Jokowi, Ratu Maxima menuturkan PBB akan membantu meningkatkan keuangan inklusif di Indonesia. "Saya menantikan untuk melanjutkan kerja sama dengan pemerintah dan juga pihak swasta. Tidak hanya bank milik negara, tapi juga bank-bank lainnya," ucapnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.