Selasa, 13 November 2018

Peserta IMF-World Bank 2018 Ditawari Paket Wisata Kelimutu

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Danau Kawah Kelimutu di Flores, Indonesia. Kawah dengan tiga danau yang warna airnya dapat berubah-ubah sepanjang tahun ini telah menjadi salah satu objek wisata populer di Indonesia. Wikimedia.org

    Danau Kawah Kelimutu di Flores, Indonesia. Kawah dengan tiga danau yang warna airnya dapat berubah-ubah sepanjang tahun ini telah menjadi salah satu objek wisata populer di Indonesia. Wikimedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Para tamu internasional yang mengikuti Annual Meeting IMF-Wold Bank di Bali pada Oktober 2018 ditawarkan paket wisata Taman Nasional Kelimutu di Pulau Flores.

    "Dalam paket tour yang dijual Kementerian Pariwisata kepada para peserta Annual Meeting IMF-World Bank di Bali, kita provinsi NTT juga menawarkan tidak hanya Labuan Bajo, tapi juga wisata danau tiga warna Kelimutu di Ende, Pulau Flores," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu di Kupang, Selasa, 13 Februari 2018.

    Ia mengatakan secara keseluruhan ada tujuh paket tour yang ditawarkan pemerintah pusat untuk para tamu internasional itu, di antaranya Labuan Bajo, NTB, Banyuwangi, Toraja, Danau Toba, Yogyakarta dan Bali.

    Baca juga: Kementerian PUPR Bangun Jalan untuk Akses Wisata di Mandeh

    Untuk paket tour ke Labuan Bajo yang terkenal memiliki Taman Nasional Komodo, lanjut Marius, akan disinergikan dengan destinasi wisata Danau Kelimutu di Kabupaten Ende.

    "Para tamu internasional yang datang akan melakukan over land dari Labuan Bajo ke Kelimutu, Kabupaten Ende yang paketnya juga dijual Kementerian Pariwisata," katanya.

    "Sehingga nanti sekaligus kita menawarkan ke mereka destinasi lainnya sepanjang perjalanan darat dari Labuan Bajo ke Kelimutu, seperti sawah jaring laba-laba di Manggarai, destinasi rumah-rumah adat di Ruteng, dan lainnya," katanya menambahkan.

    Marius mengatakan para tamu internasional yang diperkirakan akan berkunjung ke destinasi unggulan di Pulau Flores berkisar dari 5.000 hingga 7.000 orang.

    Menurutnya, kondisi itu akan berdampak besar bagi promosi dan pemasaran destinasi wisata unggulan milik Nusa Tenggara Timur yang ada di Pulau Flores.

    "Artinya kita tidak mengeluarkan biaya promosi yang besar ke berbagai negara, tapi kali ini tamu-tamu internasional yang datang, sehingga peluang ini harus dimanfaatkan secara baik untuk memperkuat branding pariwisata kita," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?