Imlek 2018, Bali Diprediksi Sepi dari Wisatawan Cina

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan membawa barang milik mereka setibanya di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, 30 Desember 2017. Bandara Ngurah Rai mulai dipadati penumpang dari berbagai daerah yang akan berlibur dan merayakan pergantian tahun baru 2018 di Bali. ANTARA FOTO

    Wisatawan membawa barang milik mereka setibanya di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, 30 Desember 2017. Bandara Ngurah Rai mulai dipadati penumpang dari berbagai daerah yang akan berlibur dan merayakan pergantian tahun baru 2018 di Bali. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Perayaan Imlek di Bali tahun ini diprediksi tidak akan seramai tahun sebelumnya lantaran kunjungan wisatawan Cina yang masih belum menunjukkan peningkatan.

    Kepala Dinas Pariwisata Bali Anak Agung Gede Yuniartha Putra mengatakan kedatangan pesawat carter dan reguler yang mengangkut wisatawan Cina ke Bali masih sedikit. Para wisatawan asal Negeri Panda itu dinilai masih waspada dengan kondisi Bali, terutama terhadap status Gunung Agung.

    "Pesawat carter belum penuh, yang masih baru pesawat reguler saja," kata Yuniartha pada Senin, 12 Februari 2018.

    Baca juga: Menpar Arief Yahya: Target Wisatawan Mancanegara 17 Juta di 2018

    Dia mengakui kondisi ini mungkin akan sedikit mempengaruhi pariwisata Bali. Namun dia tetap optimistis Bali masih menjadi target kunjungan wisatawan.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, wisatawan Cina selama ini selalu tercatat sebagai pelaku kunjungan wisata tertinggi. Kondisi itu dimulai pada Agustus 2016 hingga Agustus 2017, dengan peningkatan jumlah yang cukup signifikan.

    Adapun pada Agustus 2017, jumlah wisatawan Cina mencapai puncak kunjungan tertinggi, yakni sebanyak 155.761 kunjungan. Namun, pada September 2017, mulai terjadi penurunan. Hingga Desember 2017, jumlah kunjungan wisatawan Cina tercatat hanya sebanyak 11.530 orang.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.