Kamis, 24 Mei 2018

Bos Go-Jek Sebut Dana Investasi Akan Dialokasikan ke 4 Hal Ini

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri dan CEO GO-JEK, Nadiem Makarim berpose di Kantor GO-JEK, Kemang, Jakarta, 1 Maret 2016. Setelah diluncurkan pada Januari 2015, aplikasi GO-JEK kini sudah diunduh lebih dari 11 juta kali. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Pendiri dan CEO GO-JEK, Nadiem Makarim berpose di Kantor GO-JEK, Kemang, Jakarta, 1 Maret 2016. Setelah diluncurkan pada Januari 2015, aplikasi GO-JEK kini sudah diunduh lebih dari 11 juta kali. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi online, Go-Jek, pada awal 2018 sudah mendapat injeksi dana dari sejumlah perusahaan besar. Sebut saja Google yang menginvestasikan dana sekitar Rp 16 triliun, disusul PT Astra International Indonesia Tbk sebesar Rp 2 triliun, dan terakhir dari anak usaha Djarum Group melalui PT Global Digital Niaga (GDN) atau perusahaan e-commerce Blibli.

    Meski bentuk kerja samanya berbeda-beda, CEO Go-Jek Nadiem Makarim menyebut dana yang didapatkan tetap dialokasikan untuk layanan utama yang disediakan perusahaan. "Semua alokasi dan bujet kami sangat mengikuti besarnya market kami. Jadi terutama transportasi, makanan, logistik, dan payment," katanya saat ditemui di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta, Senin, 12 Februari 2018.

    Baca: Go-Jek Nilai Aturan IPO di Indonesia Belum Fleksibel

    Keempat hal yang disebutkan Nadiem itu mengambil alokasi dana terbanyak. Ia juga memastikan bahwa penggunaan dan pengalokasian dana tidak bergantung pada investor, tapi pihak Go-Jek itu sendiri.

    Bentuk kerja sama antara Go-Jek dan para investor cukup beragam. Untuk kerja sama dengan Blibli hingga kini masih dalam masa perundingan serta sedang dilihat peluang dan probabilitas apa saja yang memungkinkan.

    Namun keduanya, baik Nadiem sebagai perwakilan dari Go-Jek, maupun Kusumo Martanto sebagai CEO PT GDN, menyatakan hal yang menjadi irisan dari kedua perusahaan ini ialah fokusnya mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    Untuk kerja sama dengan pihak Astra, Nadiem juga menyampaikan belum ada detailnya. Namun ia mengatakan bentuk kerja sama yang sudah jelas ialah yang terkait dengan kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, yang memang menjadi instrumen bisnis Go-Jek. Adapun bentuk kerja sama yang dilakukan dengan Google, Nadiem mengatakan berbagai macam kolaborasi di bidang data dan produk.

    Produk yang dimaksud Nadiem akan berfokus pada product engineering. Hal yang berkaitan dengan product engineering yang dimaksud CEO Go-Jek ini di antaranya machine learning, optimasi, serta automasi. "Itu akan dieksplorasi dengan Google," katanya.

    FADIYAH | RR ARIYANI


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Ganjil Genap Diperluas, Uji Coba Dilakukan Juli 2018

    Perluasan aturan ganjil genap di Jakarta akan dimulai Juli 2018. Ini berlaku selama pelaksanaan Asian Games dan mungkin akan dipertahankan.