Jokowi Minta Menteri Darmin Evaluasi PSN dan Proyek Prioritas

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Menlu Retno Marsudi saat acara Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Kepala Perwakilan Republik Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, 12 Februari 2018. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo bersama Menlu Retno Marsudi saat acara Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Kepala Perwakilan Republik Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, 12 Februari 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi meminta program prioritas dan strategis nasional yang belum selesai tahun lalu agar segera dirampungkan. Dia meminta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengevaluasi program tersebut.

    "Saya minta Menko Perekonomian mengevaluasi lagi program yang bisa betul-betul dieksekusi. Mana yang tidak mungkin untuk dilaksanakan. Ini harus diputuskan cepat," kata dia saat membuka sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Senin, 12 Februari 2018.

    Simak: Ini Alasan Jokowi Batasi Usulan Proyek Strategis

    Darmin Nasution menuturkan akan mengerjakan perintah Jokowi tersebut. Namun dia belum menentukan program mana saja yang bisa dieksekusi atau dihentikan. "PSN itu banyak. Jadi nanti kami buat kriteria dulu," ujarnya.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan terdapat sejumlah proyek pembangunan infrasturktur transportasi yang harus diteruskan. Salah satunya adalah lapangan udara. "Lapangan udara harus diteruskan," kata dia. Pasalnya, infrastruktur ini akan membangun konektivitas antar daerah.

    Dia mengatakan, pihaknya akan memprioritaskan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat untuk diteruskan pembangunannya. Fasilitas yang termasuk penting antara lain kereta api. Dia menuturkan angkutan itu sangat dibutuhkan menyambung akses.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.