Uber Bayar Rp 3,33 Triliun untuk Berdamai dengan Waymo

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Taxi Uber. blog.uber.com

    Logo Taxi Uber. blog.uber.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Uber Technologies Inc sepakat membayar US$ 245 juta atau sekitar Rp 3,33 triliun kepada Waymo dalam persidangan rahasia dagang, yang melibatkan kedua perusahaan.

    Kesepakatan itu membuat proses persidangan jauh lebih singkat dibanding perkiraan. Pembayaran dilakukan dalam bentuk kepemilikan saham.

    Dengan demikian, Waymo akan mendapatkan 0,34 persen saham Uber. Waymo merupakan unit bisnis kendaraan swakemudi yang dimiliki Alphabet Inc, induk usaha Google.

    Baca: Driver Online Tak Menolak Permenhub 108, tapi...

    Pada Minggu, 11 Februari 2018, Bloomberg melansir Uber dan Waymo merupakan rival di industri swakemudi, yang dipercaya dapat mendatangkan pendapatan miliaran dolar Amerika Serikat dalam setahun. Waymo menuding Uber bersekongkol dengan Anthony Levandowski, insinyur senior Waymo, untuk mencuri lebih dari 14 ribu dokumen, termasuk desain sebuah teknologi yang memungkinkan mobil swakemudi melihat situasi sekitar.

    Waymo menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan Uber, yang diyakini dapat melindungi hak kekayaan intelektual perusahaan. "Kami berkomitmen bekerja sama dengan Uber untuk memastikan tiap perusahaan mengembangkan teknologinya masing-masing," ujar pihak Waymo.

    Adapun CEO Uber Dara Khosrowshahi mengatakan tugasnya sekarang adalah menentukan strategi perusahaan. Dia juga menyesal atas kasus ini. "Kepada teman-teman kami di Alphabet, kita adalah mitra dan Anda adalah investor penting Uber. Kita memiliki keyakinan yang sama bahwa teknologi dapat membuat kehidupan menjadi lebih baik. Walaupun kita tidak setuju terhadap berbagai hal, tapi kita sepakat akuisisi Otto seharusnya dilakukan secara berbeda," ucapnya.

    Otto merupakan perusahaan buatan Levandowski, yang didirikan hanya beberapa saat sebelum dia berhenti dari Waymo, pada 2016. Nilai akuisisinya adalah US$ 600 juta atau sekitar Rp 8 triliun dalam bentuk saham.

    Levandowski awalnya ditempatkan sebagai kepala proyek swakemudi Uber. Namun posisinya diturunkan dan akhirnya dipecat ketika kasus ini memanas.

    "Waymo sudah mendapatkan sebagian besar yang mereka inginkan. Sedangkan Uber, yang sudah melakukan perubahan jajaran manajemen yang fundamental, sudah tidak lagi memiliki keinginan emosional untuk melanjutkan perlawanan," kata ahli rahasia dagang, Jim Pooley.

    Menurutnya, biaya yang harus dikeluarkan untuk mengikuti persidangan tidak lagi menguntungkan bagi kedua perusahaan. Persidangan ini disebut tidak saja menyerap materi, tapi juga fokus perusahaan terhadap hal lain yang lebih penting.

    Waymo sebelumnya meminta ganti rugi US$1,86 miliar atau sekitar Rp 25 triliun dan perintah pengadilan untuk melarang Uber menggunakan teknologi yang dipermasalahkan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.