"

Sri Mulyani: Anggaran Pendidikan Besar Tapi Kualitas Tertinggal

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. TEMPO/Dhemas Reviyanto
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan tantangan yang dihadapi dunia pendidikan di Tanah Air saat ini bukan lagi soal besar anggaran pendidikan. Yang jauh lebih penting, menurut Sri Mulyani, adalah bagaimana kualitas pendidikan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang baik.

"Tantangan yang kita hadapi bukan bagaimana bisa menghabiskan anggaran pendidikan sebanyak Rp 444 triliun pada tahun ini, tapi bagaimana menciptakan manusia yang berkualitas," kata Sri Mulyani di Padang, Sumatera Barat, Kamis, 8 Februari 2018.

Baca: Kalla: Anggaran Pendidikan Terus Naik, Dampak Tak Signifikan

Sri Mulyani menyampaikan hal itu saat mengisi kuliah umum di Universitas Andalas. Kuliah umum itu mengambil tema "Menjaga Momentum Untuk Mencapai Kesejahteraan".

Saat ini, kata Sri Mulyani, kualitas pendidikan di Indonesia masih kalah dibandingkan negara-negara tetangga. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata lama sekolah orang Indonesia kurang dari delapan tahun atau tidak lulus SMP dan harapan lama sekolah 12 tahun. 

"Bahkan dibandingkan Vietnam yang sama-sama mengalokasikan anggaran 20 persen kualitas pendidikannya masih di atas Indonesia," ucap Sri Mulyani. Padahal, menurut Sri Mulyani, sumber daya manusia adalah aset paling penting dan utama bagi suatu negara.

Dari sisi kemiskinan dan kesenjangan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah dan pada 2018 berpeluang menurunkan angkanya di bawah 10 persen. "Ini juga menyiratkan bahwa kita tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi. Karena pertumbuhan tanpa pemerataan dan keadilan akan menimbulkan malapetaka di kemudian hari," ujar Sri Mulyani. "Pertumbuhan harus inklusi, seluruh masyarakat harus bisa menikmatinya."

Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelumnya mempertanyakan efektifitas penggunaan anggaran pendidikan yang terus naik tapi tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan Indonesia. "Kenapa dengan anggaran yang naik terus per tahun, kita belum mengalami kenaikan yang signifikan di pendidikan dibandingkan dengan negara-negara lain," ujarnya dalam acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Pusdiklat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu, 7 Februari 2018 di Depok.

ANTARA








APBN 2023 Rp3.061,2 Triliun, Anggaran Ketahanan Pangan Terkecil

1 Desember 2022

APBN 2023 Rp3.061,2 Triliun, Anggaran Ketahanan Pangan Terkecil

Alokasi APBN 2023 itu terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp2.246,5 triliun rupiah, dan transfer ke daerah sebesar Rp814,7 triliun.


Komisi VIII DPR Sepakat Perjuangkan Aspirasi Madrasah dan Pesantren

23 September 2022

Wakil Ketua MPR-RI yang juga  Anggota  Komisi VIII DPR RI, Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, MA.
Komisi VIII DPR Sepakat Perjuangkan Aspirasi Madrasah dan Pesantren

HNW meminta agar Pesantren menjadi Direktorat Jenderal, serta proporsionalitas anggaran bagi madrasah swasta, evaluasi sistem pengangkatan guru madrasah, sosialisasi UU Pesantren, dan realisasi Dana Abadi Pesantren.


Perkuat Dana Abadi, Alumni ITS Sumbang Rp 1 Miliar

17 Agustus 2022

Arsip foto gerbang pintu masuk kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. ANTARA/HO-Humas ITS.
Perkuat Dana Abadi, Alumni ITS Sumbang Rp 1 Miliar

Ikatan Alumni ITS menyumbang Rp 1 miliar untuk dana abadi. Dana tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan Tri Dharma kampus.


Jokowi: Anggaran Pendidikan 2023 Direncanakan Rp 608,3 Triliun

16 Agustus 2022

Jokowi: Anggaran Pendidikan 2023 Direncanakan Rp 608,3 Triliun

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan anggaran pendidikan sebesar Rp 608,3 triliun.


Kemendikbud Akan Manfaatkan NIK untuk Penyaluran Dana BOS

4 Maret 2020

Ilustrasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
Kemendikbud Akan Manfaatkan NIK untuk Penyaluran Dana BOS

Kemendikbud akan menggandeng Kemendagri untuk memgintegrasikan data terkait penyaluran dana BOS.


Menteri Pendidikan Italia Mundur karena Anggaran Pendidikan Minim

26 Desember 2019

Menteri Pendidikan Italia Lorenzo Fioramonti saat wawancara dengan Reuters di Roma, Italia, 4 November 2019. [REUTERS / Remo Casilli]
Menteri Pendidikan Italia Mundur karena Anggaran Pendidikan Minim

Menteri Pendidikan Italia Lorenzo Fioramonti mengundurkan diri setelah gagal memperoleh miliaran euro dari pemerintah yang diperlukan kementeriannya.


Jokowi Minta Anggaran di 4 Kementerian Ini Fokus Kembangkan SDM

31 Oktober 2019

Presiden Jokowi (kiri) bersama Wakil Presiden Ma'aruf Amin saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 30 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.
Jokowi Minta Anggaran di 4 Kementerian Ini Fokus Kembangkan SDM

Jokowi mengatakan anggaran berlimpah, namun belum fokus penggunaannya.


Riset Indef: Dana Pendidikan Banyak Digunakan untuk Gaji Guru

7 November 2018

(kiri ke kanan) Ekonom Senior Universitas Indonesia Faisal Basri, Kepala Departemen Statistik Bank Indonesia Yati Kurniati, Direktur Eksekutif INDEF Enny S. Hartati, dan Direktur Strategi dan Portofolio Utang Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Schneider Siahaan dalam diskusi Iluni UI di Kampus Salemba UI, Jakarta Pusat, 3 April 2018. TEMPO/Lani Diana
Riset Indef: Dana Pendidikan Banyak Digunakan untuk Gaji Guru

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengeluarkan riset teranyar soal ketimpangan ekonomi


Bank Dunia Kritik Dana Investasi untuk SDM RI Belum Dioptimalkan

11 Oktober 2018

Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani memperhatikan pembicaraan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dengan Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde sebelum pertemuan tahunan Komite Pembangunan IMF/Bank Dunia di Washington, AS, 8 Oktober 2016. REUTERS/Yuri Gripas
Bank Dunia Kritik Dana Investasi untuk SDM RI Belum Dioptimalkan

Presiden Bank Dunia Grup, Jim Yong Kim, mengapresiasi keputusan pemerintah Indonesia mengalokasikan anggaran yang cukup besar di bidang SDM.


KJP Plus Tahap Dua Cair Oktober, Jumlah Penerima Berkurang?

24 September 2018

Warga memperlihatkan buku tabungan dan slip penarikan saat mengantre mengurus proses pencairan KJP di Bank DKI di kecamatan Jatinegara, Jakarta, 28 Juli 2015. Ratusan warga yang hanya memiliki buku tabungan hanya diberikan slip penarikan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
KJP Plus Tahap Dua Cair Oktober, Jumlah Penerima Berkurang?

Angota DPRD menemukan banyak penduduk miskin yang tak lagi menerima bantuan pendidikan melalui KJP Plus.