Hujan Lebat, Ratusan Warga Tanah Datar Tunggu Kehadiran Jokowi

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan warga Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat menunggu kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tengah hujan lebat, Kamis, 8 Februari 2018. TEMPO/Fajar Pebrianto

    Ratusan warga Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat menunggu kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tengah hujan lebat, Kamis, 8 Februari 2018. TEMPO/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan warga di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat tumpah ruah ke jalanan, menunggu kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebagian bahkan berdiri menunggu di sepanjang pematang sawah, tanpa peduli gerimis dan hari yang semakin malam.

    Jokowi hari ini direncanakan hadir guna meninjau pembangunan proyek padat karya oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di daerah tersebut. Ia dijadwalkan hadir sekitar pukul 14.00 WIB, hari ini, Kamis, 8 Februari 2018.

    Namun hingga pukul 17.50 WIB, tanda-tanda kehadiran Jokowi belum juga tampak. Ia dikabarkan masih berada di Kabupaten Solok, yang bersebelahan dengan Kabupaten Tanah Datar.

    Baca: Jokowi Akan Resmikan Ground Breaking Tol Padang-Pekanbaru 

    Jokowi akan meninjau proyek bersama Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono. Basuki sudah menginjakkan kaki di Kabupaten Tanah Datar sekitar pukul 13.00 WIB.

    "Saya sudah menunggu sejak pukul 8 pagi," kata Eli, seorang petani di lokasi kunjungan. "Tapi kata petugas, (Jokowi) datangnya sebentar lagi."

    Proyek yang akan ditinjau Jokowi adalah pembangunan irigasi persawahan, implementasi dari Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Untuk Tanah Datar sendiri, terdapat dua lokasi jaringan irigasi. Pertama yaitu program Pemberdayaan Petani Pemakai Air (P3A) Kubu Pilihan dan Sinibuang. Jumlah pekerja di kedua lokasi irigasi ini mencapai 150 Orang.

    P3TGAI sendiri adalah bagian dari program infrastruktur berbasis masyarakat yang diluncurkan oleh Kementerian PUPR. Program ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dari petani pemakai air dalam kegiatan perbaikan, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi persawahan. Untuk Sumatra Barat, Kementerian PUPR menganggarkan Rp 17 miliar untuk 98 lokasi jaringan irigrasi.

    Adapun untuk PPKT, Kementerian PUPR pada tahun 2018 telah menganggarkan Rp 11,2 trilun untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur ini. Pelaksanaannya telah dimulai sejak awal Januari 2018 di beberapa lokasi di Jawa dan Sumatra.

    Pukul 17.57 WIB, hujan turun semakin deras, Jokowi belum menampakkan diri, sedang warga tak sedikit pun membubarkan diri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.